India Akan Memberikan Kompensasi yang Disebabkan Covid19

India Akan Memberikan Kompensasi yang Disebabkan Covid19

India Akan Memberikan Kompensasi yang Disebabkan Covid19 – Pengadilan tinggi India memerintahkan otoritas negara bagian memberikan uang sebesar 50.000 rupee atau sekitar Rp9,5 juta sebagai kompensasi untuk setiap kematian yang disebabkan Covid-19, sebagai cara membantu keluarga mengatasi kehilangan.

Keputusan itu diambil setelah seorang warga mengajukan permohonan agar pemerintah memberikan kompensasi kepada korban meninggal akibat Covid-19. Pemohon itu telah mengajukan banding ke Mahkamah Agung untuk memberikan setidaknya delapan kali kompensasi, atau 400.000 rupee, di bawah Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

India mencatat 449.260 kematian akibat Covid-19, namun menurut para ahli jumlahnya kemungkinan sampai jutaan karena banyak korban virus corona di pelosok tidak terdata.

1. Pemohon mengajukan gugatan agar jumlah kompensasi menjadi Rp76 juta
India Harus Bayar Rp9,5 Juta untuk Kompensasi Kematian Akibat COVID 

Dilansir dari The Straits Times, pemohon telah mengajukan banding ke Mahkamah Agung untuk memberikan setidaknya delapan kali kompensasi atau 400 ribu rupee (sekitar Rp76 juta).

Dalam keterangan tertulisnya, yang disetujui oleh pengadilan tinggi, pemerintah sepakat untuk memberikan kompensasi sesuai jumlah minimum yang harus dibayarkan oleh otoritas lokal dari anggaran Dana Tanggap Bencana Negara.

“Seluruh instansi terkait harus bertindak sebagai uluran tangan, untuk menghapus air mata mereka yang menderita karena kehilangan anggota keluarga karena COVID-19,” demikian perintah Mahkamah Agung.

2. Mahkamah Agung minta kompensasi dibayarkan secepatnya
India Harus Bayar Rp9,5 Juta untuk Kompensasi Kematian Akibat COVID 

Mahkamah Agung India memerintahkan badan administrasi negara bagian untuk memudahkan proses birokrasi, dan menyelesaikan semua klaim dalam waktu 30 hari setelah pengajuan.

Angka kematian di India melonjak drastis pada April-Mei lalu, ketika mereka menghadapi gelombang kedua akibat varian Delta yang lebih menular dan berbahaya. Sepanjang Mei, sedikitnya 170 ribu orang dikabarkan meninggal dunia.

Kematian sejak itu turun tajam, namun infeksi harian tetap berada di angka 34 ribu kasus dalam sehari sejak Agustus. Sejauh ini, India telah mencatatkan 33,85 juta kasus infeksi, tertinggi kedua secara global di bawah Amerika Serikat.

3. Di Thailand, ada warga yang menggugat pemerintah karena kematian COVID-19

Tidak diketahui berapa banyak negara yang menawarkan kompensasi seperti itu untuk kematian akibat virus corona.

Di Thailand, seorang lelaki mengajukan gugatan terhadap gugus tugas COVID-19, perdana menteri, dan dua pejabat pemerintah lainnya. Dia menuntut kompensasi 4,53 juta baht (sekitar Rp1,9 miliar) karena kelalaian tugas yang menyebabkan kematian saudaranya.

Menurut Reuters, di kota-kota besar termasuk ibu kota New Delhi, para ahli mengatakan sejumlah besar kematian tidak dilaporkan karena rumah sakit kehabisan tempat tidur dan pasokan oksigen.

Pemerintah, dalam pernyataan tertulisnya, yang disetujui oleh pengadilan tinggi, menyetujui jumlah minimum yang harus dibayarkan oleh otoritas lokal di bawah Dana Tanggap Bencana Negara.

Dana ini akan melebihi dan di atas yang dibayarkan oleh otoritas federal dan negara bagian di bawah berbagai skema lain, katanya.

“Seluruh instansi terkait harus bertindak sebagai uluran tangan, untuk menghapus air mata mereka yang menderita karena kehilangan anggota keluarga karena Covid-19,” demikian perintah Mahkamah Agung.

Tidak diketahui berapa banyak negara yang menawarkan kompensasi seperti itu untuk kematian akibat Covid-19. Di Thailand, seorang pria mengajukan gugatan terhadap gugus tugas Covid-19, pemerintah, perdana menteri dan dua pejabat pemerintah lainnya, sebesar 4,53 juta baht (hampir Rp2 miliar) karena kelalaian tugas yang menyebabkan kematian saudaranya.

Mahkamah Agung India memerintahkan badan administrasi negara bagian untuk melewati prosedur birokrasi yang panjang dan menyelesaikan semua klaim dalam waktu 30 hari setelah pengajuan.

Pada bulan April dan Mei 2021, India dihantam varian delta yang menyebabkan jutaan orang sakit dan ratusan ribu meninggal.Saat ini infeksi harian sekitar 34.000 sejak Agustus. India telah melaporkan 33,85 juta infeksi secara keseluruhan, tertinggi kedua secara global di belakang Amerika Serikat.