Indonesia Adalah Negara Dengan kematian Anak Tertinggi Lho

Indonesia Adalah Negara Dengan kematian Anak Tertinggi Lho

Indonesia Adalah Negara Dengan kematian Anak Tertinggi Lho – Ketua Umum PP Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan mengungkapkan, case fatality rate Covid-19 terhadap anak-anak di Indonesia terbilang tinggi.

Aman memaparkan bahwa 50% kematian anak di Indonesia adalah balita. Berdasarkan data di DKI Jakarta per 17 Juni 2021, terdapat 661 anak terkonfirmasi positif dalam sehari. Dari angkat tersebut, 144 adalah balita. Kasus infeksi COVID-19 pada anak usia 0-18 tahun semakin meningkat.

Ketua umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan mengaku khawatir, kondisi saat ini bisa membuat Poker77 Indonesia penanganan COVID-19 di Indonesia ambruk. Dia mengungkapkan, satu dari delapan kasus COVID-19 adalah anak-anak.

1. Hanya ada 12 persen ruang rawat khusus anak saat ini
IDAI: Kematian Anak karena COVID-19 di Indonesia Tertinggi Sedunia

Melonjaknya kasus COVID-19 pada anak-anak, kata Aman, nyatanya tidak dibarengi dengan ketersedian layanan fasilitas kesehatan bagi anak, salah satunya adalah ruang rawat khusus anak.

Aman di akun Twitternya menjelaskan bahwa saat ini ada 12-15 kasus COVID-19 menginfeksi anak-anak. Sedangkan ruang rawat khusus anak saat ini hanya ada 12 persen.

2. Aman minta orang tua jaga anak agar tidak sakit
IDAI: Kematian Anak karena COVID-19 di Indonesia Tertinggi Sedunia

Dia mengatakan, dari seluruh kematian anak, sebanyak 50 persennya menimpa anak bawah lima tahun (balita). Maka dari itu, dia mengimbau agar orang tua bisa menjaga kesehatan anak sebagai bentuk pemenuhan hak mereka, yakni hak untuk hidup dan sehat.

“Hidup kita untuk apa kalau bukan untuk anak kita, jaga anak kita, jaga anak kita, jangan sampai anak ada yang sakit,” ujar Aman.

Dia meminta agar orang tua tidak membawa anak keluar rumah kecuali mendesak. Saat berkegiatan di luar rumah, hindari area dengan ventilasi tertutup, padat, dan risiko kontak erat.

Orang tua juga diminta menjaga protokol kesehatan secara disiplin untuk menjaga anak.

“Dan untuk mencegah penyakit berbahaya lainnya, tetap lengkapi imunisasi rutin. Pemerintah dan masyarakat bekerja sama melakukan pengawasan dan pendampingan prokes secara ketat di tempat-tempat umum,” kata dia.

3. Ada 224 balita umur 0-5 tahun yang terinfeksi COVID-19 di Jakarta
IDAI: Kematian Anak karena COVID-19 di Indonesia Tertinggi Sedunia

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia menyebutkan, tren kasus aktif COVID-19 pada anak di bawah usia 18 tahun terus bertambah.

Dari 5.582 kasus positif pada Minggu (21/6/2021), ada 655 kasus adalah anak usia 6-18 tahun, dan 224 kasus adalah anak usia 0-5 tahun.

“Untuk itu kami mengingatkan warga agar menghindari keluar rumah membawa anak-anak,” tulis Dwi seperti dikutip Senin.

Sebelumnya pada Kamis (17/6/2021), dari total 4.144 kasus harian COVID-19 DKI Jakarta, 661 kasus atau 16 persen di antaranya adalah anak usia 0-18 tahun, dan 144 kasus di antaranya adalah balita.

Aman mengatakan bahwa proporsi kasus positif Covid-19 pada anak mencapai 12,5 persen. “Proporsi kasus Covid-19 Pada anak usia 0 sampai 18 ini ya 12,5 persen, artinya 1 dari 8 kasus adalah anak,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya memberi peringatan untuk semua kegiatan yang melibatkan anak-anak dan balita untuk digelar secara daring. Ia menegaskan bahwa di masa pandemi yang memprihatinkan ini, orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga dan mengawasi anak untuk menaati protokol kesehatan.