Iran Membutuhkan Komitmen AS yang Sudah Dibuat Tahun 2015

Iran Membutuhkan Komitmen AS yang Sudah Dibuat Tahun 2015

Iran Membutuhkan Komitmen AS yang Sudah Dibuat Tahun 2015 – Iran dan Amerika Serikat tak memiliki hubungan diplomatik resmi sejak April 1980. Pakistan bertugas sebagai negara pelindung Iran di Amerika Serikat, sementara Swiss bertugas sebagai negara pelindung Amerika Serikat di Iran.

Kontak dilakukan melalui Seksi Kepentingan Iran dari Kedubes Pakistan di  Washington, D.C. Kepala Negosiator dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Ali Bagheri Kani, mengatakan pihaknya membutuhkan komitmen bahwa Amerika Serikat tidak akan meninggalkan kesepakatan nuklir yang sudah dibuat tahun 2015 lalu.

Saat ini, utusan khusus AS untuk Iran, Robert Malley, melakukan perjalanan ke beberapa negara di kawasan Timur Tengah.

1. Pihak Iran mengatakan tidak mengambil langkahnya sepihak ke kepatuhan penuh hingga kesepakatan mencapai verifikasi tindakan AS diamankan

Dilansir dari The Guardian, Bagheri Kani mengatakan pada Kamis (11/11) waktu setempat, pembicaraan di Wina, Austria antara Iran dan para penandatangan lainnya telah gagal mencapai kesepakatan mengenai cara memverifikasi bahwa sanksi AS telah dicabut serta memiliki dampak praktis pada perdagangan dengan Iran.

“Kami membutuhkan verifikasi dan ini masih belum terselesaikan. Ini adalah salah satu masalah yang masih belum selesai dan tidak cukup hanya tinta yang ditaruh di dalam perjanjian,” ungkap pernyataan dari Ali Bagheri Kani yang dilansir dari The Guardian.

Ia juga tidak mengesampingkan lembaga independen yang bertanggung jawab dalam proses verifikasi. Pembicaraan Austria akan dimulai kembali pada akhir bulan November 2021 ini setelah ditangguhkan oleh Iran, setelah Pemilu Presiden Iran pada Juni 2021 lalu dan Bagheri Kani sendiri berkunjung ke Eropa dalam menetapkan posisi negosiasi Iran.

Pihak Iran sendiri mengatakan tidak akan mengambil langkahnya sendiri kembali ke kepatuhan penuh dengan kesepakatan hingga verifikasi tindakan AS telah diamankan. Membela pernyataannya, Bagheri Kani mengatakan ini adalah perjanjian, bukanlah kebijakan.

“Jika ada perjanjian damai antara da negara, itu memiliki efek perjanjian. Ini adalah hukum internasional. Hal ini tidak dimaksudkan agar hukum domestik AS dapat menang atas perjanjian internasional serta itu bertentangan dengan hukum internasional,” ungkap penjelasan tambahan dari Ali Bagheri Kani.

Dia juga menambahkan dia ingin kekuatan Eropa untuk memberikan jaminan mereka sendiri bahwa mereka akan berdagang dengan Iran, terlepas dari posisi AS, mungkin dengan menggunakan undang-undang tentang pemblokiran yang meniadakan efek sanksi AS pada perusahaan-perusahaan Eropa yang berdagang dengan Iran.

2. Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya utusan khusus AS untuk Iran akan mengoordinasikan pendekatan pada berbagai masalah dengan Iran

Utusan khusus AS untuk Iran sedang melakukan perjalanan ke Uni Emirat Arab, Israel, Arab Saudi, dan Bahrain menjelang pembicaraan nuklir dengan Iran. Malley akan mengadakan konsulasi bersama para mitra selama beberapa hari ke depan dengan mencatat negosiasi yang akan datang di Austria untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA).

“Dia akan mengoordinasikan pendekatan kami pada berbagai masalah dengan Iran, termasuk kegiatannya yang tidak stabil di kawasan itu dan pembicaraan putaran ketujuh yang akan datang tentang pengembalian bersama untuk sepenuhnya mematuhi JCPOA,” ungkap pernyataan dari pihak Departemen Luar Negeri AS yang dilansir dari Aljazeera.com.

Israel dan sekutu Teluk di AS telah menyuarakan penentangan terhadap JCPOA, tetapi pemerintahan Presiden AS, Joe Biden, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memulihkan kesepakatan untuk menutup program nuklir Iran.

Namun, para pejabat AS telah berjanji untuk berkonsultasi dengan mitra regional mengenai kebijakan Iran. Pekan lalu, lusinan organisasi progresif AS meminta pemerintahan Biden untuk mengejar isyarat niat baik terhadap Iran untuk mengamankan terobosan dalam pembicaraan nuklir.

Di antara langkah-langkah lain, mereka merekomendasikan agar aset Iran yang dibekukan oleh sanksi tersedia untuk pembelian berbagai hal yang bersifat kemanusiaan, termasuk vaksin COVID-19 dan pasokan medis.

Presiden AS dan para staf utamanya telah mengatakan selama beberapa minggu terakhir bahwa sementara diplomasi tetap menjadi cara terbaik untuk mengatasi program nuklir Iran, mereka sedang mempersiapkan pilihan lain jika pembicaraan di Austria berakhir gagal.

3. Selain itu, Inggris mendesak Iran dukung kesepakatan nuklir yang sudah ada
Iran Butuh Komitmen AS Tak Tinggalkan Kesepakatan Nuklir

Di sisi lain, pihak INggris juga mendesak Iran untuk mendukung kesepakatan yang akan menghidupkan kembali perjanjian internasional yang membatasi kegiatan nuklir negara itu.

Dalam pertemuan yang berlangsung di London, Inggris pada hari yang sama mengatakan kepada mitranya bahwa Iran harus mengambil kesempatan dari pembicaraan baru untuk menyimpulkan kesepakatan yang menurut mereka sudah di atas meja.

Iran sendiri mengatakan hanya kesepakatan nuklir yang dibahas, tanpa menyebutkan secara spesifik. Israel telah menentang adanya kesepakatan itu dan sebelumnya memperingatkan pihaknya mempercepat rencananya untuk menangani apa yang disebutnya ancaman nuklir Iran.

Permusuhan antara kedua negara ini telah meningkat akhir-akhir ini, dengan Iran menyalahkan Israel atas pembunuhan ilmuwan nulir utamanya pada tahun 2020 lalu serta serangan terhadap salah satu pabrik pengayaan uraniumnya pada April 2021 lalu.

Selain itu, pemerintah Inggris melalui Menteri Luar Negeri mereka, James Cleverly, mengangkat kasus warga negaranya yang telah ditahan oleh Iran, Nazanin Zaghari-Radcliffe. Ibu satu anak berusia 43 tahun itu telah ditahan di Iran selama 5 tahun terakhir atas tuduhan mata-mata, yang selalu di bantahnya.

Dunia heboh dengan kemungkinan meletusnya World War 3 atau Perang Dunia 3 akibat memanasnya hubungan antara Iran Vs Amerika Serikat. Hubungan keduanya makin tegang setelah Amerika membunuh Qassem Soleimani seorang komandan elit Iran.

Soleimani adalah jenderal pasukan elit Quds Force dan arsitek di balik makin kuatnya pengaruh militer Iran di timur tengah. Dikutip dari Reuters, serangan Amerika dimaksudkan untuk meredam usaha yang berisiko membahayakan warganya di kawasan tersebut.

Amerika dan Iran kini tengah saling pamer kekuatan persenjataan yang segera direspon warga dunia. Reuters dan situs stasiun televisi WJLA 7 menyatakan, Amerika dan Iran memang tidak pernah adu senjata di dunia nyata. Namun tensi hubungan keduanya tidak pernah turun selama beberapa tahun.