Jadwal Jam Operasional Transjakarta Dipercepat Mulai Senin

Jadwal Jam Operasional Transjakarta Dipercepat Mulai Senin

Jadwal Jam Operasional Transjakarta Dipercepat Mulai Senin – Transjakarta adalah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan, yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta, Indonesia. Sistem ini didesain berdasarkan sistem TransMilenio di Bogota, Kolombia. Direktur Operasional PT Transjakarta Prasetia Budi mengatakan jam operasional Transjakarta akan berubah berubah selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro atau PPKM mikro yang berlangsung hingga 31 Mei 2021.

Transjakarta dirancang sebagai moda transportasi massal pendukung aktivitas ibu kota yang sangat padat. “Semua layanan Transjakarta mulai BRT dan Non BRT akan diperpendek, yakni akan beroperasi dan melayani masyarakat mulai pukul 05.00-21-30 WIB serta layanan armada malam hari (Amari) beroperasi hingga pukul 23.00 WIB,” kata dia dalam keterangan yang diterima IDN Times, Senin (24/5/2021).

Transjakarta merupakan sistem BRT dengan jalur lintasan terpanjang di dunia (230,9 km), serta memiliki 243 halteyang tersebar dalam 13 koridor (jalur), Dilansir dari CS Live22 yang awalnya beroperasi dari 05.00 – 22.00 WIB, dan kini beroperasi 24 jam di seluruh koridornya.

1. Layanan tenaga medis justru diperpanjang

Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 196 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Petunjuk Teknis Pembatasan Kapasitas Angkut Dan Waktu Operasional Sarana Transportasi Dalam Rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro.

Sementara itu untuk layanan tenaga medis akan diperpanjang menjadi pukul 21.30-23.00 WIB dari sebelumnya pukul 22.00-23.00 WIB.

Perubahan waktu operasional tersebut dilakukan hingga 31 Mei 2021. Salah satunya yakni waktu operasional Transjakarta.

Direktur Operasional PT Transjakarta Prasetia Budi mengatakan perubahan tersebut merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19. Yakni khususnya pada sektor transportasi.

“Hal ini untuk memastikan semua petugas medis yang masih bertugas tetap terlayani mobilitasnya dengan baik, aman dan nyaman,” katanya.

2. Kapasitas bus kecil maksimal 15 pelanggan

Prasetia mengatakan Transjakarta tetap memberlakukan pembatasan jumlah pelanggan di dalam tiap armada bus. Jumlah penumpang adalah 50 persen dari kapasitas normal.

Untuk bus gandeng hanya boleh diisi maksimal 60 pelanggan, bus sedang maksimal 30 pelanggan, bus kecil maksimal 15 pelanggan dan 5 (lima) orang pelanggan.

3. Pastikan protokol kesehatan di Transjakarta

Semua armada dipastikan menerapkan protokol kesehatan, mulai dari pencucian dan pembersihan setiap unit bus menggunakan cairan disinfektan hingga terpasang tanda jarak aman baik di lantai maupun kursi pelanggan.

“Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk tetap mematuhi semua prosedur yang berlaku, khususnya ketika menggunakan layanan Transjakarta,” katanya.