Jokowi Mengatakan Banyak Program yang Tak Jelas Tujuannya

Jokowi Mengatakan Banyak Program yang Tak Jelas Tujuannya

Jokowi Mengatakan Banyak Program yang Tak Jelas Tujuannya – Ir. H. Joko Widodo atau Jokowi (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961; umur 59 tahun) adalah Presiden ke-7 Indonesia yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014. Presiden Joko “Jokowi” Widodo merasa geram lantaran beberapa program pemerintah tidak berjalan sesuai rencana. Ia pun mengatakan masih ada program-program yang tidak jelas targetnya.

“Saya melihat masih ada program-program yang tidak jelas ukuran keberhasilannya. Tidak jelas sasarannya, anggaran itu yang mau disasar apa. Sehingga ini tidak mendukung pencapaian dari tujuan dan tidak sinkron dengan program atau kegiatan lainnya,” kata Jokowi Dilansir dari CS Live22 saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2021yang disiarkan secara langsung di channel YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (27/5/2021).

Karena tidak ada sinkroninasi program satu dengan yang lainnya, Jokowi menilai hal itu justru memicu kesenjangan antara arah pembangunan pemerintah pusat dan daerah.

1. Jokowi soroti program-program yang tak tuntas

Kemudian, Jokowi juga berkomentar terkait permasalahan-permasalahan di lapangan. Salah satunya yaitu soal irigasi dan pelabuhan. Menurutnya, ada beberapa daerah yang membangun pelabuhan baru, tapi tidak ada akses jalan menuju ke sana. Hal itu pun menjadi sorotan Jokowi.

“Saya ini di lapangan terus. Ada waduk tidak ada irigasinya. Irigasi primer, sekunder, tersier, itu gak ada. Ada itu, saya temukan di lapangan. Ada yang membangun pelabuhan baru, tapi tidak ada akses jalan ke situ. Apa-apaan? Gimana pelabuhan itu bisa digunakan?” kata Jokowi.

2. Jokowi perintahkan BPKP dan APIP untuk kawal program sejak awal

Permasalah-permasalahan tersebut, kata Jokowi, harus terus dikawal. Sebab, lanjutnya permasalahan seperti itu bisa menyebabkan tidak optimalnya daya ungkit program dan bisa merugikan masyarakat.

“Karena itu saya perintahkan, saya instruksikan agar BPKP dengan APIP kementerian, lembaga dan daerah kawal dari hulu sejak awal. Pada saat perencanaan harus diikuti. Tidak sekadar mengulang-ngulang terus. Kita ini mengulang-ngulang perencanaan dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga tidak pas. Tidak adaptif terhadap situasi hari ini,” ujar Jokowi.

3. Jokowi tak akan toleransi penyelewengan anggaran di tengah pandemik

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan toleransi terhadap penyelewengan anggaran atau korupsi. Terutama dalam kondisi di tengah pandemik COVID-19 seperti saat ini.

“Berkali-kali saya sampaikan, saya tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap adanya penyelewengan anggaran, apalagi disaat kita seperti sekarang ini, semuanya harus dihemat dalam rangka menghadapi pandemik,” kata Jokowi.

Jokowi menyampaikan, tugas utama dari pengawasan adalah menjamin tercapainya tujuan. Sehingga, semua program bisa berjalan dengan efektif dan efisien.

“Menjamin tercapainya tujuan pemerintah menjamin, tercapainya tujuan program, menjamin tercapainya tujuan belanja anggaran. Secara akuntabel, efektif dan efisien,” ujar Jokowi.