Jurnalis Indonesia Mendapat Pesan Dari Hamas Mengenai Israel

Jurnalis Indonesia Mendapat Pesan Dari Hamas Mengenai Israel

Jurnalis Indonesia Mendapat Pesan Dari Hamas Mengenai Israel – Hamas, adalah gerakan Palestina, Islam, Sunni, populer, dan nasional yang menentang pendudukan Zionis di Palestina. Ini adalah bagian dari gerakan Renaissance Islam, percaya bahwa kebangkitan ini adalah titik masuk utama untuk tujuannya membebaskan seluruh Palestina dari sungai ke laut.

Ini adalah bagian dari gerakan Renaissance Islam, percaya bahwa kebangkitan ini adalah titik masuk utama untuk tujuannya membebaskan seluruh Palestina dari sungai ke laut. Sejak tahun 2007, Hamas telah memerintah  Jalur Gaza, setelah memenangkan mayoritas kursi di parlemen Palestina pada pemilihan parlemen Palestina tahun 2006 dan mengalahkan organisasi politik Fatah dalam serangkaian bentrokan.

Tokoh Hamas Basem Naim menyampaikan sejumlah harapan dan pesan kepada masyarakat Indonesia, pascagencatan senjata yang mengakhiri ketegangan 11 hari di Jalur Gaza, Palestina. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan peran penting pemberitaan Download Apk IDNPlay internasional dalam konteks konflik Israel dengan Hamas.

1. Naim berharap media dan masyarakat Indonesia berperan menangkal propaganda Israel
Pesan Hamas ke Jurnalis Indonesia soal Pemberitaan Israel di Dunia 

Naim berharap jurnalis Indonesia, secara khusus, dan masyarakat dunia, secara umum, berperan aktif dalam menangkal propaganda yang disebarkan oleh Israel. Zionis, kata Naim, menggunakan berbagai platform untuk memperkuat image, mulai dari portal berita, Instagram, Twitter, Facebook, bahkan TikTok.

Selain itu, Zionis juga piawai dalam menyebarkan propaganda di dunia maya, seperti tidak mempublikasikan foto-foto yang mengandung kekerasan.

“Mereka menyingkirkan foto-foto seperti penyerangan di Al-Quds dan Syeikh Jarrah. Maka sangat penting untuk melawan pemberitaan internasional, baik di Indonesia, Malaysia, atau banyak negara,” tutur Naim.

Dia menambahkan, “hal itu diperlukan untuk menunjukkan bahwa mereka rasis, fasis, dan melakukan kekerasan. Kalian memilik tugas yang sangat penting untuk bisa memilah informasi yang tersebar di media sosial.”

2. Tidak perlu berita bohong untuk meruntuhkan image Israel

Israel-Gaza conflict: US moves to rebuild relations with Palestinians - BBC  News

Naim juga mengeluhkan karena tidak jarang pemberitaan yang disebarkan oleh media-media Islam dianggap sebagai hoaks atau berita yang telah difabrikasi. Dia pernah berkata kepada Uni Eropa dan Amerika Serikat bahwa Palestina tidak membutuhkan hoaks untuk menjelaskan kekejaman Israel.

“Kami tidak ingin menyebarkan berita bohong, yang kami inginkan adalah pemberitaan yang sesungguhnya, kami ingin orang-orang luar tahu apa yang terjadi di sini. Kami ingin orang tahu bahwa Palestina memiliki hak untuk merdeka, bahwa kami sekarang sedang diokupasi dan diopresi,” papar dia.

3. Naftali Bennett bukan solusi untuk kemerdekaan Palestina
Pesan Hamas ke Jurnalis Indonesia soal Pemberitaan Israel di Dunia Naim memberikan ilustrasi terkait bagaimana dukungan dan pemberitaan internasional membentuk imej tokoh-tokoh zionis.

Beberapa hari belakangan, nama Naftali Bennett disebut-sebut sebagai sosok yang akan mendepak Benjamin Netanyahu dari kursi perdana menteri. Bennett cs disebut sebagai koalisi yang mendukung solusi dua negara atau kemerdekaan Israel dan Palestina.

Namun, Naim membantah hal itu. Jika media dan masyarakat sedikit rajin untuk mengulik profil Bennett, maka semua orang akan tahu kalau dia tidak lebih baik daripada Netanyahu.

“Kamu bisa mencari puluhan berita Bennett, dia mengatakan bahwa ‘saya telah membunuh ribuan orang Arab, menghancurkan ribuan rumah, mengembalikan Gaza ke zaman batu, dan saya bangga melakukan hal itu.’ Itu contoh yang sangat mudah (tentang bagaiman zionis membentuk imej dan masyarakat dunia melakukan verifikasi informasi),” tutup Naim.

Pada bulan Juni 2008, sebagai bagian dari gencatan senjata yang ditengahi Mesir, Hamas menghentikan serangan roket ke Israel dan melakukan beberapa upaya untuk mencegah serangan oleh organisasi lain.
Setelah masa tenang selama empat bulan, konflik meningkat ketika Israel melakukan aksi militer dengan tujuan untuk mencegah penculikan yang direncanakan oleh Hamas, menggunakan terowongan yang digali di bawah pagar keamanan perbatasan, dan menewaskan tujuh operator Hamas.