Kapolri Menyiapkan Lima Tips Tangani COVID-19 di Zona Merah

Kapolri Menyiapkan Lima Tips Tangani COVID-19 di Zona Merah

Kapolri Menyiapkan Lima Tips Tangani COVID-19 di Zona MerahJenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. (lahir di Ambon, Maluku, 5 Mei 1969; umur 52 tahun) adalah seorang perwira tinggi Polri yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) sejak tanggal 27 Januari 2021, menggantikan Jenderal Idham Azis.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menyiapkan beberapa manajemen kontingensi terkait penanganan pandemik COVID-19 di 13 zona merah kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Dilansir dari Download Apk IDNPlay Apa saja kelima manajemen kontingensi tersebut?.

1. Penjagaan kampung atau RT yang sudah menjadi kluster

Kapolri mengatakan personel Polri akan melakukan penjagaan dan patroli di lokasi PPKM Mikro atau desa. Pihaknya juga akan menambah pasukan dari Polda dan Mabes Polri berdasarkan pembagian zona.

“Langkah manajemen kontingensi, Polda buat supervisi dari pejabat ke Polres. Melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin dan berkala sesuai dengan zonasi yang sudah ditentukan,” kata Kapolri dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (7/6/2021).

2. Manajemen tracing dan ketersediaan swab antigen

Kemudian manajemen tracing dan ketersediaan tes swab antigen. Kapolri menjelaskan hal itu akan membantu personel TNI-Polri melakukan percepatan swab PCR setelah dinyatakan positif ketika tes swab antigen.

“Bagi warga yang positif swab antigen dilakukan test swab RT-PCR per 5 hari baik yang gejala maupun OTG. Hal itu untuk menghindari penyebaran virus corona ke orang lain,” ujar Kapolri Listyo Sigit.

3. Manajemen RT-PCR dan mempercepat hasil laboratorium

Selanjutnya manajemen RT-PCR dan peningkatan kecepatan hasil Laboratorium. Kapolri Listyo Sigit mengatakan pihaknya akan menambah mobil tes RT-PCR guna mempercepat pengujian laboratorium.

“Dengan adanya bantuan dari Laboraturium dan mobil RT-PCR diharapkan hasil tes dapat diterima lebih cepat. Yang tadinya 3-5 hari menjadi kurang lebih 1-2 hari,” ujar eks Kapolda Banten itu.

4. Menyiapkan manajemen pasien positif, isoman atau rujukan ke RS

Lalu, menyiapkan manajemen pasien yang reaktif atau positif untuk penentuan isolasi mandiri atau rujukan ke Rumah Sakit (RS). Bagi masyarakat Jawa Tengah, isolasi mandiri akan langsung dievakuasi ke tempat rujukan yang telah disiapkan.

Seperti di Asrama Haji Donoyudan (800 tempat tidur). Apabila penuh, maka akan dievakuasi ke Gedung Diklat Srondol (300 tempat tidur), kediaman Wali Kota (200 tempat tidur), dan Gedung Islamic Center (150 tempat tidur).

“Evakuasi yang saat ini melaksanakan isolasi mandiri di rumah digeser ke Asrama Haji Donoyudan sebagai rujukan isoma pusat di Jateng dengan alokasi 800 tempat tidur, dilengkapi tenaga kesehatan dan penjagaan ketat dari TNI-Polri,” ujar Sigit.

5. Evakuasi pengangkutan pasien positif bila terjadi lonjakan dan klaster meluas

Cara yang terakhir, Kapolri akan melakukan manajemen evakuasi pengangkutan pasien bila terjadi lonjakan kasus positif COVID-19 dan klaster keluarga meluas.

Seluruh manajemen kontingensi tersebut sebagai upaya untuk mencegah penyebaran klaster virus COVID-19, sama halnya yang terjadi di Bangkalan Madura, Jawa Timur.