KPK Menemukan Sejumlah Bukti Dugaan Korupsi Bupati Kuansin

KPK Menemukan Sejumlah Bukti Dugaan Korupsi Bupati Kuansin

KPK Menemukan Sejumlah Bukti Dugaan Korupsi Bupati Kuansin – Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (biasa disingkat KPK) adalah lembaga negara yang dibentuk dengan tujuan meningkatkan daya guna dan hasil guna terhadap upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. KPK bersifat independen dan bebas dari pengaruh kekuasaan mana pun dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah empat lokasi termasuk rumah dan Kantor Bupati Andi Putra di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Dari penggeledahan tersebut, KPK menemukan sejumlah bukti dugaan korupsi.

“Ditemukan dan diamankan bukti berupa berbagai dokumen yang diduga terkait rekomendasi dan persetujuan tersangka Andi Putra untuk perpanjangan HGU PT AA,” ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, dalam keterangan yang dikutip pada Selasa (26/10/2021).

1. Ada empat lokasi yang digeledah KPK
KPK Temukan Bukti Dugaan Korupsi Bupati Kuansin 

Ali mengungkapkan bahwa KPK melakukan penggeledahan di empat lokasi berbeda. Berikut adalah daftar lokasi yang digeledah KPK pada Jumat, 22 Oktober 2021:

  1. Rumah dan kantor Bupati Kuansing Andi Putra
  2. Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja
  3. Kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan
2. KPK bakal teliti bukti yang disita
KPK Temukan Bukti Dugaan Korupsi Bupati Kuansin 

Ali menjelaskan bukti tersebut sudah disita. Selanjutnya KPK bakal meneliti bukti-bukti yang disita tersebut.

“Selanjutnya berbagai bukti ini, akan segera di teliti untuk memastikan keterkaitannya dengan perkara dan kemudian dilakukan penyitaan guna melengkapi berkas perkara,” jelas Ali.

3. Bupati Kuansing terjaring OTT dan dijadikan tersangka
KPK Temukan Bukti Dugaan Korupsi Bupati Kuansin 

Dalam kasus ini Bupati Kuansing periode 2021-2026 Andi Putra (AP) telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Selain Andi, KPK menetapkan General Manager PT AA yakni SDR sebagai tersangka yang terjadiring Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Keduanya, disangkakan dalam kasus dugaan suap terkait perpanjangan izin Hak Guna Usaha (HGU) sawit di Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau.

Sebelumnya, KPK telah melakukan operasi tangkap tangan sejumlah pihak di Kabupaten Kuantan Singingi atau Kuansing Riau.

AP dan SDR sudah memiliki kesepakatan persetujuan agar perkebungan milik PT AA dijadikan perkebunan kemitraan dan AA diduga menerima uang Rp500 juta dari SDR.