Malaysia Siap Kirim Ragu ke Palestina Apabila Diminta PBB

Malaysia Siap Kirim Ragu ke Palestina Apabila Diminta PBB

Malaysia Siap Kirim Ragu ke Palestina Apabila Diminta PBB – Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob adalah seorang politikus Malaysia yang menjabat Menteri Senior Keamanan merangkap Menteri Pertahanan Malaysia di Kabinet Muhyiddin Yassin. Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengatakan, negaranya siap mengirim pasukan perdamaian ke Palestina jika diminta oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Perserikatan Bangsa-Bangsa disingkat sebagai PBB (bahasa Inggris: United Nations, disingkat UN) adalah organisasi internasional yang didirikan pada tanggal 24 Oktober 1945 untuk mendorong kerjasama internasional. “(Pengiriman pasukan perdamaian) melibatkan yang Dilansir dari CS Live22 hukum internasional dan kami tidak dapat mengirim pasukan Malaysia sendiri. Kami tidak dapat membuat keputusan sepihak.

Kalau PBB meminta pasukan kita ada di sana, maka kita akan kirim, Insyaallah,” kata Ismail pada Senin (17/5/2021).

1. Malaysia terlibat aktif dalam berbagai misi perdamaian dunia

Ismail meneruskan, Malaysia aktif dalam berbagai misi perdamaian di bawah naungan PBB, seperti pengiriman pasukan ke Sierra Leone, Filipina, Sudan, dan Kongo. Malaysia juga mengatakan kekecewaannya karena pertemuan Dewan Keamanan PBB gagal melahirkan kepastian.

Pernyataan Ismail disampaikan tidak lama setelah Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam menyerukan intruksi internasional untuk mengatasi krisis Israel-Palestina. Mereka juga mendesak sidang Majalis Umum PBB krisis untuk menyikapi situasi terkini.

2. Mendesak Israel didakwa di Pengadilan Kriminal Internasional
Tampilan satelit menunjukkan bangunan hancur akibat serangan udara di Kota Gaza, Rabu (12/5/2021). ANTARA FOTO/Satellite image 2021 Maxar Technologies/Handout via REUTERS.

Sementara itu, Perikatan Nasional (PN) Pemuda bersikeras agar Israel digugat di Pengadilan Kriminal Internasional (Internatonal Criminal Court) atas penyerangan Masjid Al-Aqsa dan Jalur Gaza.

Mereka juga mendesak para pemimpin dan organisasi internasional untuk mengutuk penyiksaan dan pendudukan Israel atas Palestina. Mereka juga meminta supaya Amerika Serikat dapat bersikap adil dalam mewujudkan penyelesaian dua negara.

“(Kami) setuju dengan sikap pemerintah Malaysia yang mendukung penyelesaian dua negara yang adil berdasarkan perjanjian perbatasan pra-1967 dengan Yerusalem sebagai ibu kota Palestina, sebagai satu-satunya penyelesaian untuk masalah Palestina-Israel,” demikian keterangan dari PN Pemuda sebagaimana dikutip dari FMT.

3. Lebih dari 217 orang meninggal dunia
Petugas pemadam kebakaran Israel memadamkan mobil yang terbakar setelah sebuah roket diluncurkan dari Jalur Gaza, di Ashkelon, Israel selatan, Selasa (11/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Nir Elias.

Dilansir dari Al Jazeera, sedikitnya 217 orang meninggal dunia sejak Gaza dihujani bom pada 10 Mei 2021, termasuk 63 anak-anak, dan lebih dari 1.500 orang luka-luka.

Akibat serangan itu, lebih dari 725 hancur, 17 ribu orang kehilangan tempat tinggal, dan 250 ribu orang tidak memiliki akses terhadap air bersih.

Di tengah kecaman internasional, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru berjanji untuk terus menggempur Gaza dengan kekuatan penuh hingga kepentingan negaranya tercapai. Dia berdalih serangan tersebut diarahkan untuk melawan Hamas yang dicap sebagai teroris