Michel Barnier Mencalonkan diri untuk Presiden Prancis

Michel Barnier Mencalonkan diri untuk Presiden Prancis

Michel Barnier Mencalonkan diri untuk Presiden Prancis – Michel Bernard Barnier (lahir 9 Januari 1951) adalah seorang politikus yang telah berkiprah di panggung perpolitikan Prancis dan Eropa. Ia sebelumnya juga pernah beberapa kali menjabat sebagai menteri, seperti Menteri Lingkungan dan Gaya Hidup dari tahun 1993 hingga 1995, Menteri Negara untuk Urusan Eropa dari tahun 1995 hingga 1997, dan Menteri Luar Negeri dari tahun 2004 hingga 2005.

Politisi senior Prancis, Michel Barnier, yang merupakan mantan negosiaotor Uni Eropa (UE) untuk hubungan dengan Inggris Raya setelah Brexit, mengumumkan pada hari Kamis (26/8/2021) bahwa dia mencalonkan diri untuk menjadi kandidat calon presiden Prancis.

Ia juga diangkat sebagai Menteri Pertanian pada tanggal 18 Juni 2007, tetapi ia mundur pada tanggal 7 Juni 2009 setelah terpilih sebagai anggota Parlemen Eropa. Barnier akan maju sebagai calon dari partai sayap kanan Les Republicains, Dilansir dari idn poker apk dia akan bersaing dengan kandidat lainnya, untuk bisa maju dalam pemilu dia perlu terlebih dahulu mendapat dukungan kuat, yang kemungkinan melalui pemilihan pendahuluan partai.

1. Pengumuman Barnier

Melansir dari RFI, politisi berusia 70 tahun ini dalam pemberitahuannya maju sebagai kandidat calon presiden Prancis mengatakan kepada saluran televisi di Prancis pada hari Kamis, dia memutuskan untuk maju setelah melihat kondisi saat ini yang sedang dalam masa-masa kelam dan bertekad menjadi presiden yang damai dan membuat Prancis dihormati.

Dalam wawancaranya itu dia menyampaikan pengalamannya dalam politik, termasuk menjadi negosiator kesepakatan Brexit. Dia mengatakan selama proses bertahun-tahun dia telah bekerja dengan para pemimpin untuk menjaga persatuan di Eropa.

Dalam wawancara lainnya dengan surat kabar Prancis, Barnier menyerukan agar pemerintah harus menawarkan suaka kepada warga Afghanistan yang telah membantu pasukan Prancis, dia mengigatkan negara tidak dapat menyambut semua orang Afghanistan.

Mantan negosiator Brexit ini juga menyampaikan Prancis perlu menjalankan pembatasan imigrasi, yang untuk itu diperlukan proposal untuk moratorium, sehingga negara asal para pendatang dapat berperan mengendalikan kedatangan, dengan imbalan Prancis akan membantu pembangunan.

2. Barnier memiliki potensi meraih dukungan pemilih kanan-tengah yang pro-Eropa
Michel Barnier Maju Jadi Kandidat Capres Prancis

Indikasi Barnier ikut maju sebagai kandidat calon presiden telah terlihat pada Februari 2021, dengan mendirikan sebuah faksi politik dengan nama “Patriot dan Eropa”, yang menjadi rumor dia akan ikut dalam pemilihan presiden. Pada Desember tahun lalu, Barnier menyampaikan setelah tugasnya sebagai negosiator Brexit usai dia akan mengerahkan semua tenaganya untuk Prancis.

Barnier merupakan politisi senior di Eropa, dia pernah menjabat sebagai komisioner UE untuk pasar internal dan kebijakan regional. Di Prancis beberapa jabatan menteri pernah ditempati salah satunya sebagai menteri luar negeri.

Melansir dari Reuters, pencalonan Barnier akan membuatnya semakin diawasi pihak Presiden Emmanuel Macron karena diperkirakan dia dapat menarik dukungan pemilih kanan-tengah yang pro-Eropa yang menjadi target pihak Macron.

Namun, dalam survei menunjukkan bahwa politisi sayap kanan Prancis Marine Le Pen diperkirakan akan menghadapi Macron lagi dalam pemilihan putaran final presiden 2022. Pihak kubu kanan-tengah untuk bisa berlanjut ke putara kedua pemilihan perlu bersatu untuk mencalonkan kandidat yang memiliki potensi.

Pemilu presiden Prancis akan dimulai dengan putaran pertama pada 10 April 2022. Macron saat ini belum secara resmi menyatakan pencalonannya untuk periode kedua.

3. Kandidat lainnya dari Les Republicains

Melansir dari BBC, Barnier telah mendapat pujian dalam melaksanakan tugasnya sebagai negosiator Brexit, tapi untuk maju sebagai calon presiden dari Les Republicains (LR) dia akan menghadapi tantangan dari kandidat lainnya dari partainya.

Kandidat lainnya adalah Valerie Pecresse, kepala dewan regional Paris yang dipandang sebagai penantang utama di partai, Philippe Juvin mantan anggota parlemen Eropa, Eric Ciotti anggota parlemen Prancis, Xavier Bertrand, yang memimpin wilayah Hauts de France.