Paus Fransiskus Anggap Krisis Iklim Sebagai Konflik Global

Paus Fransiskus Anggap Krisis Iklim Sebagai Konflik Global

Paus Fransiskus Anggap Krisis Iklim Sebagai Konflik Global – Krisis iklim adalah istilah yang menggambarkan pemanasan global dan perubahan iklim, beserta akibatnya. Istilah ini telah digunakan untuk menggambarkan ancaman pemanasan global terhadap planet ini, dan untuk mendesak mitigasi perubahan iklim yang agresif.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa penderitaan yang dihasilkan pandemik COVID-19 dan krisis iklim sebanding dengan konflik global. Paus meminta para pemimpin dunia menyikapi permasalahan tersebut dengan cara yang sama.

Paus tidak menghadiri COP26 secara langsung karena kendala kesehatan. Kehadirannya diwakili oleh Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin.

1. Kata Paus, negara kaya memiliki utang ekologis
Paus Minta Dunia Perlakukan Krisis Iklim seperti Perang Dunia II

Kemudian, Paus menyampaikan bahwa negara-negara kaya memiliki ‘utang ekologis’ dengan negara-negara miskin, karena penggunaan sumber daya alam yang tidak proporsional.

Setelah COP26, Paus berharap para pemimpin dunia menyikapi perubahan iklim seperti dunia memulihkan dampak dari Perang Dunia kedua. Kala itu, kata Paus, solidaritas dan kerja sama sangat terlihat demi kebaikan bersama, terutama bagi pihak-pihak lemah.

2. Paus sangat concern dengan isu lingkungan
Paus Minta Dunia Perlakukan Krisis Iklim seperti Perang Dunia II

Negara-negara dengan sarana yang lebih besar harus memimpin upaya dekarbonidasai dalam sistem ekonomi dan kehidupan masyarakat, tutur Paus. Dia juga menyinggung soal komitmen negara-negara kaya, untuk membantu negara miskin mengembangkan energi terbarukan dan beradaptasi dengan krisis iklim.

Paus yang berusia 84 tahun itu telah menjadikan perlindungan lingkungan sebagai landasan kepausannya. Paus berulang kali mengutarakan niatnya untuk menghadiri COP26. Pemimpin delegasi Vatikan tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai alasan ketidakhadiran Paus, kecuali keterangan dari Vatikan beberapa hari sebelum COP26 dimulai.

3. COP26 sebagai cara untuk menyelamatkan masa depan

Disaster Displacement at COP26

Sebelumnya, dikutip dari BBC, Paus mengatakan bahwa COP26 merupakan cara untuk menyelamatkan generasi muda dan masa depan. Oleh sebab itu, dia berharap para pemimpin dunia bisa menghasilkan kebijakan yang radikal dan konkret.

“Kaum muda, yang dalam beberapa tahun terakhir sangat mendesak kita untuk bertindak, hanya akan mewarisi planet yang kita pilih untuk diserahkan kepada mereka, berdasarkan pilihan nyata yang kita buat hari ini. Sekaranglah saatnya untuk keputusan yang dapat memberi mereka alasan untuk berharap dan kepercayaan di masa depan,” ujar Francis.

Istilah ini diterapkan oleh mereka yang “percaya itu membangkitkan gravitasi ancaman yang dihadapi planet ini dari emisi gas rumah kaca yang berkelanjutan dan dapat membantu memacu jenis kemauan politik yang telah lama hilang dari advokasi iklim”. Mereka percaya bahwa, sama seperti “pemanasan global” menarik lebih banyak keterlibatan emosional dan dukungan untuk tindakan daripada “perubahan iklim”, menyebut perubahan iklim sebagai krisis bisa memiliki dampak yang lebih kuat.

Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa istilah tersebut menimbulkan respons emosional yang kuat dalam menyampaikan rasa urgensi, tetapi beberapa peringatan bahwa respons ini mungkin kontra-produktif, dan dapat menyebabkan efek reaksi balik karena persepsi berlebihan yang mengkhawatirkan.