Pemerintah Ethiopia Melancarkan Serangan Udara Ke Tigray

Pemerintah Ethiopia Melancarkan Serangan Udara Ke Tigray

Pemerintah Ethiopia Melancarkan Serangan Udara Ke Tigray – Militer Ethiopia melancarkan serangan terbaru ke wilayah utara Tigray, untuk menumpas pasukan pemberontak Tigray pada  Rabu (20/10) waktu setempat. Ini merupakan serangan ketiga yang dilancarkan militer Ethiopia dalam minggu ini.

Militer Ethiopia menyebut serangan menargetkan sejumlah bangunan yang ditenggarai sebagai tempat penyimpanan senjata pasukan pemberontak front pembebasan rakyat Tigray atau TPLF. Ibu kota Tigray, Mekelle kembali dihantam serangan udara yang dilancarkan oleh pemerintah Ethiopia.

Serangan itu merupakan serangan kedua dalam minggu ini setelah serangan pertama yang terjadi pada hari Senin. Serangan-serangan itu menandai eskalasi konflik yang terjadi di Ethiopia selama hampir setahun belakangan ini. Pemerintah berupaya untuk menggempur pasukan Front Pembebasan Rakyat Tigrayan (TPLF) di provinsi utara Ethiopia.

1. 14 orang terluka

Laporan kantor berita AP menyebut bahwa setidaknya terdapat 14 orang korban luka-luka dalam serangan udara di Mekelle dan tiga dalam kondisi kritis, kata Hayelom Kebede, mantan direktur Rumah Sakit Rujukan Ayder Tigray. Sumber Reuters mengatakan bahwa serangan tersebut berada di sebuah daerah dekat pabrik semen di pinggiran kota.

Ledakan itu menghancurkan jendela Rumah Sakit Umum Mekelle, sekitar satu kilometer dari Mesfin Industrial, dan merusak rumah-rumah di dekatnya, kata seorang dokter di rumah sakit tersebut. Amit Abrha, seorang pekerja di lokasi serangan mengatakan dia tidak mendengar serangan udara datang dan pingsan ketika serangan itu terjadi.

“Orang-orang menjemput saya. Dan ketika ledakan berlanjut, saya keluar dan melihat seseorang yang saya kenal terluka dan tergeletak di tanah”, katanya, dikutip dari AP.

2. Pemerintah berdalih menargetkan pos-pos persenjataan TPLF
Lagi, Tigray Dihantam Serangan Udara oleh Ethiopia

Melansir Reuters, serangan lainnya terjadi di Agbe di wilayah Temben sekitar 80 km (50 mil) barat ibukota regional Mekelle dan menargetkan pusat pelatihan militer dan depot artileri berat, kata juru bicara pemerintah, Legesse Tulu. Serangan itu dilakukan setelah serangan pertama dilancarkan di Kota Mekelle yang menurut dua saksi dan sumber kemanusiaan menargetkan Mesfin Industrial Engineering PLC, sebuah kompleks pabrik yang diyakini pemerintah mendukung TPLF.

Televisi Tigrai mengatakan serangan itu menargetkan pusat kota sementara pemerintah Addis Ababa mengatakan serangan itu menargetkan bangunan tempat pasukan Tigrayan sedang memperbaiki persenjataan. Menurut pemerintah, TPLF telah mahir menyembunyikan amunisi dan artileri berat di tempat-tempat ibadah dan menggunakan masyarakat Tigray sebagai perisai manusia.

Pemimpin TPLF, Debretsion Gebremichael menyebut bahwa pemerintah sudah putus asa dalam melakukan perlawanan, itulah sebabnya serangan udara selalu digencarkan.

“Mereka putus asa di medan perang. Interpretasi saya adalah mereka membom kami karena mereka kalah di lapangan dan itu adalah pembalasan mereka. Fakta bahwa mereka melakukan pengeboman menunjukkan bahwa mereka tidak tidak peduli dengan warga sipil Tigrayan”, tutur Gebremichael, dikutip dari Reuters.

3. Serangan udara kedua dalam minggu ini
Lagi, Tigray Dihantam Serangan Udara oleh Ethiopia

Serangan yang terjadi pada Rabu kemarin merupakan serangan kedua yang terjadi minggu ini setelah sebelumnya pada hari Senin juga dilaporkan telah terjadi serangan di dekat sebuah pasar kota Mekelle. Serangan pada Senin itu menewaskan 3 orang penduduk sipil.

Melansir Aljazeera, William Davison, analis senior International Crisis Group untuk Ethiopia, mengatakan bahwa serangan itu tampaknya menjadi bagian dari upaya untuk melemahkan perlawanan bersenjata Tigray, dimana TPLF memperoleh keuntungan di wilayah Amhara di selatan Tigray.

Permohonan dunia internasional untuk menghentikan konflik yang telah merenggut banyak nyawa masyarakat sipil telah dianggap gagal. Tigray, sebuah wilayah berpenduduk lima juta orang, tetap berada di bawah blokade de facto dimana pihak-pihak yang bertikai saling menuduh pihak lain menghambat pengiriman bantuan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sipil.

“Pemboman daerah perkotaan…memperkuat kesan bahwa Addis Ababa bersedia mempertaruhkan nyawa warga sipil di Tigray sebagai bagian dari upaya militernya, sesuatu yang juga ditunjukkan oleh berlanjutnya kendala federal pada aliran bantuan dan penolakan untuk menyediakan listrik, perbankan, dan layanan telekomunikasi ke wilayah tersebut”, kata Davison dari ICG.

Asap hitam pekat membubung tinggi dari bangunan yang menjadi target. Sementara itu, menurut saksi mata dan seorang aktivis kemanusiaan serangan diduga menghantam komplek pabrik di kota tersebut yang dianggap mendukung pemberontakan.

Juru bicara pemerintah Ethiopia Legesse Tulu mengatakan pasukan pemberontak menyembunyikan banyak amunisi dan senjata artileri di tempat ibadah serta menggunakan warga Tigray sebagai tameng hidup.