Pemerintah Venezuela Memenjarakan Enam Warga Amerika Serikat

Pemerintah Venezuela Memenjarakan Enam Warga Amerika Serikat

Pemerintah Venezuela Memenjarakan Enam Warga Amerika Serikat – Venezuela akan menangguhkan negosiasi dengan oposisi yang dijadwalkan digelar pekan ini. Keputusan ini disampaikan setelah negara Afrika, Cape Verde mengekstradisi pengusaha Kolombia dan utusan Venezuela, Alex Saab ke Amerika Serikat (AS) untuk menjalani sidang atas dakwaan pencucian uang.

Pemerintah Venezuela telah memenjarakan enam warga negara Amerika Serikat yang dijadikan sebagai tahanan rumah. Hal ini dilakukan sebagai balasan terhadap proses ekstradisi dan persekusi kepada Alex Saab dari Tanjung Verde yang sudah dilakukan.

Sebelumnya, Tanjung Verde sudah setuju untuk mengirimkan Saab ke Amerika Serikat lantaran dituding terlibat dalam skandal korupsi. Selain itu, pebisnis asal Kolombia itu merupakan sosok yang dekat dengan Presiden Nicolas Maduro dan menyimpan sejumlah rahasianya.

1. Disebut sebagai aksi balasan Venezuela terhadap AS

Proses pengiriman enam warga negara Amerika Serikat di Venezuela akan dilangsungkan bersamaan dengan proses pengiriman Alex Saab ke AS. Pasalnya, keenam orang mantan petinggi CITGO itu telah terbukti melakukan aksi korupsi sejak tahun lalu dan kini tengah menjalani hukumannya sebagai tahanan rumah.

“Sebagai konsekuensi ekstradisi Alex Saab, maka enam mantan pekerja CITGO akan digunakan sebagai alat tawar-menawar. Mereka sudah dikirimkan ke SEBIN (Badan Intelijen Venezuela) untuk menjalani uji medis” ujar Maria Alejandra Poleo, seorang pengacara yang berupaya membebaskan mantan petinggi CITGO itu.

Sementara itu, keenam orang yang dihukum atas kasus korupsi itu diketahui memiliki dua kewarganegaraan, yakni Amerika Serikat dan Venezuela. Keenamnya meliputi, José Pereira Ruimwyk, José Luis Zambrano, Alirio José Zambrano, Jorge Toledo, Tomeu Vadell dan Gustavo Cárdenas, dilansir dari Market Research Telecast.

2. Enam mantan petinggi CITGO dijebloskan ke penjara Helicoide

Dilaporkan dari CNN, pengacara Jesús Loretto dan María Alejandra Poleo selama ini telah melakukan kampanye untuk membebaskan mantan petinggi CITGO, yang mana merupakan anak perusahaan minyak milik negara Venezuela (PDSVA) di AS.

Keduanya juga berkata bila, enam orang tersebut sudah dijeblokskan ke dalam penjara Helicoide di Caracas. Masalahnya, penjara tersebut memiliki masalah terkait skandal kesehatan dalam beberapa waktu belakangan ini, setelah NGO Koalisi HAM dan Demokrasi menyebut bila terdapat 20 tahanan yang positif COVID-19.

Bahkan, mantan Menhan Venezuela pada masa Presiden Hugo Chavez, Jenderal Raúl Isaias Baduel yang dipenjara di Helicoide sejak 2017 juga meninggal dunia seminggu yang lalu setelah terjangkit COVID-19.

Sebagian besar dari CITGO 6 disebut sedang mengalami penurunan kesehatan dalam beberapa tahun belakangan akibat penahanan dan hukuman ini. Selain itu, keluarga mantan pejabat CITGO juga khawatir akan kondisi keluarganya yang bisa tertular COVID-19 di dalam penjara.

3. AS sudah mendesak Venezuela untuk membebaskan CITGO 6

Sehari setelahnya, pada Minggu (17/10/2021) Amerika Serikat telah mendesak Venezuela agar bersedia membebaskan keenam mantan petinggi CITGO. Kemendagri juga akan terus bekerja untuk memastikan keamanan warga negara AS yang ditahan secara tidak adil di Venezuela.

Keenam mantan petinggi CITGO itu sudah dijatuhi hukuman kasus kriminal yang terkait dengan korupsi pada November tahun lalu. Keenamnya mendapatkan hukuman antara sembilan hingga 13 tahun penjara. Namun, pada April tahun ini mereka diperbolehkan untuk menjadi tahanan rumah, dikutip dari laman DW.

Dilansir dari Market Research Telecast, lebih dari satu tahun lamanya Venezuela berusaha untuk menghalangi proses ekstradisi Saab ke AS. Namun, ia akan mendapatkan pengurangan hukuman bila bersedia mengungkap bisnis ilegal yang diduga dilakukan oleh Pemerintah Venezuela.

Saab yang ditahan di penjara Broward County akan menghadiri persidangan yang dilaksanakan di Pengadilan Distrik Selatan Florida untuk menjawab dugaan dirinya terlibat dalam skandal pencucian uang negara Venezuela sebesar 350 juta dolar AS atau Rp4,9 kuadriliun.

Pada bulan September lalu pemerintah Venezuela menunjuk Saab sebagai anggota tim negosiasi dalam perundingan dengan oposisi di Meksiko dimana kedua belah pihak hendak menyelesaikan krisis politik mereka. Cape Varde menahan Saab pada Juni 2020 lalu saat ia sedang mengisi bensin pesawatnya.

Dalam pernyataannya yang dibacakan Rodriguez, pemerintah Venezuela memutuskan menangguhkan negosiasi. “Sebagai bentuk protes terdalam kami terhadap agresi brutal pada orang dan pihak yang kami nobatkan sebagai delegasi kami Alex Saab Moran,” katanya. Pemimpin oposisi Juan Guaido mengecam keras keputusan tersebut. Menurutnya langkah ini tidak bertanggung jawab.