Penjelasan atas Bus TransJakarta yang Nyangkut di Jalur KRL

Penjelasan atas Bus TransJakarta yang Nyangkut di Jalur KRL

Penjelasan atas Bus TransJakarta yang Nyangkut di Jalur KRL – Transjakarta  adalah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan, yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta, Indonesia. Sistem ini didesain berdasarkan sistem TransMilenio di Bogota, Kolombia. Transjakarta dirancang sebagai moda transportasi massal pendukung aktivitas ibu kota yang sangat padat.

Transjakarta merupakan sistem BRT dengan jalur lintasan terpanjang di dunia (230,9 km), serta memiliki 243 halteyang tersebar dalam 13 koridor (jalur), yang awalnya beroperasi dari 05.00 – 22.00 WIB, dan kini beroperasi 24 jam di seluruh koridornya. Video sebuah bus Transjakarta berhenti tepat di tengah jalur kereta viral di media sosial pada Selasa (1/6/2021).

Dalam video itu terlihat penumpang berhamburan keluar dari dalam bus, tak lama sebuah KRL mulai mendekat namun perlahan berhenti karena bus belum bisa beranjak dari Download Apk IDNPlay jalur kereta terbut. Salah satu video diunggah oleh akun Instagram @Jakartaterkini.

1. Armada yang tersangkut adalah bus operator Mayasari Bakti dengan rute Manggarai–Blok M (6M)
Viral Bus TransJakarta Nyangkut di Jalur KRL, Ini Penjelasannya

PT Transjakarta menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Senin (31/5/2021). Saat itu, armada bus operator Mayasari Bakti dengan rute Manggarai-Blok M (6M) melintas dari arah Tosari dengan kondisi lampu perlintasan kereta sudah berwarna hijau.

Namun, saat melintas tepat di atas rel kereta api Halimun, Jakarta Pusat, roda bus tiba-tiba terhenti. Tidak lama, sirine kereta api terdengar berbunyi yang mengakibatkan pelanggan yang berada di dalam bus panik dan berinisiatif turun untuk menyelamatkan diri dari dalam bus menggunakan pintu depan dan tengah.

2. Dirut Transjakarta sebut tak ada kerusakan bus
Viral Bus TransJakarta Nyangkut di Jalur KRL, Ini Penjelasannya

Sementara itu Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Sardjono Jhony Tjitrokusumo menyampaikan bahwa insiden ini terjadi bukan karena ada kerusakan pada bus.

“Investigasi sedang dilakukan untuk mencari penyebabnya. Setelah pelanggan telah turun, dengan sigap petugas patroli yang berada di lokasi kejadian dibantu warga mendorong bus tersebut agar bisa melintasi rel,” ujarnya dalam keterangan tertulis

3. Pengemudi yang bertugas diberikan sanksi

Zhongtong Tidak Masuk e-Katalog Pembelian Bus TransJakarta

Atas kejadian ini, Transjakarta melalui tim operasional dan tim teknik akan melakukan investigasi lebih lanjut.

Penyebab kejadian saat ini tengah diselidiki oleh pihak terkait. Pramudi yang bertugas saat itu juga turut diberikan sanksi.

Dari video yang diberikan oleh pihak Transjakarta terlihat bahwa bus tidak menerobos jalur kereta namun memang tersangkut saat melintas usai palang kereta terbuka.

Pada tahun 2011, sistem ini mencapai kinerja puncak tahunan dengan bus membawa 114,7 juta penumpang dan kemudian pada tahun-tahun berikutnya jumlahnya menurun dan pada tahun 2014, bus membawa 111,6 juta penumpang, sementara pada tahun 2015 melayani 102,95 juta penumpang. Pada 2016, rekor baru 123,73 juta penumpang tercapai. Biaya ongkosnya tetap Rp3.500 per penumpang sejak awal beroperasi.