PPKM di DKI Jakarta Kini Turun Menjadi level 2 dari Level 3

PPKM di DKI Jakarta Kini Turun Menjadi level 2 dari Level 3

PPKM di DKI Jakarta Kini Turun Menjadi level 2 dari Level 3 – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat adalah kebijakan Pemerintah Indonesia sejak awal tahun 2021 untuk menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di DKI Jakarta kini turun menjadi level 2 dari sebelumnya level 3. Melalui Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 1245 Tahun 2021, PPKM kembali berlanjut sejak 19 Oktober hingga 1 November 2021.

Sebelum pelaksanaan PPKM, pemerintah telah melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berlangsung di sejumlah wilayah di Indonesia. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersyukur dengan adanya penurunan level PPKM di Ibu kota. Dia mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menyikapi keadaan ini dengan mengabaikan protokol kesehatan (prokes).

Meski sudah turun levelnya, saya tegaskan untuk tidak terburu-buru menyikapi keadaan ini dengan kebahagiaan yang berlebih, apalagi sampai mengabaikan prokes. Selalu waspada dan jaga jarak, jangan berkerumun,” ucap Anies di Jakarta, Rabu (20/10/2021).

1. Sudah vaksin COVID-19 minimal dosis pertama
Peraturan PPKM DKI Jakarta Level 2 Terlengkap

Dalam Kepgub tercantum selama masa PPKM level 2, setiap orang yang melakukan aktivitas di tiap-tiap sektor atau tempat harus sudah divaksinasi COVID-19 minimal dosis pertama, tetapi vaksinasi yang utama adalah dosis lengkap atau dua dosis.

Hal ini dikecualikan bagi penduduk yang masih dalam masa tenggang tiga bulan pasca-terpapar COVID-19 dengan bukti hasil laboratorium, serta penduduk yang kontra indikasi dilakukan vaksinasi COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan medis dengan bukti surat keterangan dokter, dan anak-anak usia kurang dari 12 tahun.

2. Kegiatan perkantoran bagi sektor esensial hingga kritikal

Simak! Daftar Sektor Esential dan Kritikal Selama PPKM Darurat - Kabar24  Bisnis.com

Adapun jenis pemberlakuan pembatasan yang diterapkan adalah mulai dari kegiatan di tempat kerja atau perkantoran sektor non-esensial yang ini diberlakukan 50 persen work from office (WFO). Kemudian, sektor esensial yang menyesuaikan dengan aturan yang ada.

Sedangkan, sektor esensial pada sektor pemerintahan ikut pada ketentuan teknis yang dikeluarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Serta sektor kritikal dapat beroperasi 100 persen staf tanpa ada pengecualian.

Kemudian, untuk kegiatan belajar mengajar kini dilakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan ketentuan kapasitas bagi SDLB, MILB, SMPLB, SMALB, dan MALB maksimal 62 persen dan PAUD maksimal 33 persen dengan paling banyak lima peserta didik.

3. Aturan kegiatan di pasar hingga supermarket

Ladies, Ini Aturan PPKM Darurat Soal Belanja ke Pasar atau Supermarket

Aturan ini juga menjelaskan tentang kegiatan di sektor kebutuhan sehari-hari seperti supermarket, hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari. Jam operasional dibatasi hingga pukul 21.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 75 persen.

Pasar rakyat yang menjual non-kebutuhan sehari-hari beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen dan jam operasional dibatasi hingga pukul 18.00 WIB. Kemudian, pedagang kaki lima diizinkan buka dan jam operasional hingga pukul 21.00 WIB.

4. Makan dan minum dibatasi 60 menit
Kab Pasuruan Sudah Level 2, Kini Boleh Makan di Tempat 60 Menit | Radar  Bromo

Kegiatan makan dan minum di warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya, diizinkan sampai pukul 21.00 WIB dengan maksimal pengunjung makan 50 persen dan waktu makan maksimal 60 menit.

Kemudian, restoran atau rumah makan, kafe dengan jam operasional dimulai pada malam hari dapat menerima makan di tempat (dine in) dengan jam operasional pukul 18.00 WIB dan maksimal pukul 00.00 WIB. Sedangkan, aturan kapasitas paling banyak 50 persen dan waktu makan paling lama 60 menit.

5. Anak usia di bawah 12 tahun sudah boleh masuk mal
Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal di 5 Kota Besar Ini - Bagian 1

Kapasitas di mal dibatasi 50 persen dan beroperasi hingga pukul 21.00 WIB, serta wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi, dan anak usia di bawah 12 tahun harus didampingi orang tua.

Tempat bermain anak-anak dan tempat hiburan juga sudah dibuka, dengan syarat orang tua harus mencatatkan alamat dan nomor telepon untuk kebutuhan tracing.

Bioskop juga sudah dibuka dengan batasan 70 persen pengunjung, anak usia kurang dari 12 tahun juga sudah bisa masuk, area restoran juga sudah dibuka dengan ketentuan prokes.

6. Kegiatan ibadah hingga tempat wisata yang sudah dibuka
Peraturan PPKM DKI Jakarta Level 2 Terlengkap

Kegiatan salat jumat berjamaah di sejumlah masjid Jakarta (Dok. Koordinator Gerakan Bangkit dari Masjid Arief Rosyid Hasan)

Kepgub ini juga memuat kegiatan beribadah di masjid, musala, gereja, pura, vihara dan klenteng dengan kapasitas 75 persen.

Selain itu, ada penerapan ganjil-genap di sepanjang jalan menuju dan dari lokasi tempat wisata mulai Jumat pukul 12.00 WIB sampai Minggu pukul 18.00 WIB.

7. Resepsi pernikahan dan kegiatan di gym juga diperbolehkan
Peraturan PPKM DKI Jakarta Level 2 Terlengkap

Selanjutnya, tempat resepsi pernikahan bisa diadakan dengan maksimal 50 persen dan tidak mengadakan makan di tempat.

Lokasi seni, budaya, kegiatan sosial kemasyarakatan yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan, diizinkan buka dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat, sampai dengan pukul 21.00 WIB dan kapasitas maksimal 50 persen.