Sebanyak 49 Preman di Jakarta Utara Telah Ditangkap Hari ini

Sebanyak 49 Preman di Jakarta Utara Telah Ditangkap Hari ini

Sebanyak 49 Preman di Jakarta Utara Telah Ditangkap Hari ini – Premanisme  adalah sebutan pejoratif yang sering digunakan untuk merujuk kepada kegiatan sekelompok orang yang mendapatkan penghasilannya terutama dari pemerasan kelompok masyarakat lain. Sebelumnya, polisi menangkap puluhan orang pelaku pungutan liar (pungli) terhadap para sopir truk kontainer di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Yusri mengatakan, puluhan orang yang ditangkap itu merupakan karyawan PT hingga preman yang biasa menjalani aksi pungli di kawasan industri tersebut. Dari Polres Utara mengamankan 42 orang dari 2 TKP. Penangkapan para pelaku setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan keluhan dari para sopir kontainer yang resah kepada aksi pungli tersebut.

Setelah mendengar keluhan itu, Presiden Jokowi kemudian menghubungi Poker77 Indonesia Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk memberantas terkait kejahatan tersebut. Polres Jakarta Utara bergerak cepat memburu dan menangkap 49 preman di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

1. Polres Jakarta Utara tangkap 42 preman di TKP berbeda

49 Preman Jakarta Utara Ditangkap Setelah Jokowi Telepon Kapolri 

Yusri menjelaskan, Polres Jakarta Utara berhasil menangkap 42 preman di dua TKP yang berbeda. Sementara itu, Polsek Cilincing menangkap enam preman, Polsek Tanjung Priok delapan preman, dan Polres Tanjung Priok tujuh preman.

“Ini mereka di posnya masing-masing, dari mendekati pos Tanjung Priok sampai mengangkat barang tersebut. Ini yang dilakukan para pelaku dengan pungli,” kata Yusri.

2. Sopir truk dipalak Rp2 ribu sampai Rp20 ribu tiap melintasi pos
49 Preman Jakarta Utara Ditangkap Setelah Jokowi Telepon Kapolri 

Yusri juga mengungkap besaran pungutan yang diminta oleh preman ke sopir truk setiap kali sopir melintas di tiap pos. Para sopir setidaknya harus mengeluarkan Rp2 ribu sampai Rp20 ribu tiap pos.

“Mereka mengangkat uang Rp5 ribu, ini yang di pelabuhan. Nanti Rp10 ribu atau Rp20 ribu, masukan dalam plastik baru diangkat barang ini. Bagaimana kalau tidak mau membayar? Disuruh minggir. Ini permainan jahat mereka, ini yang menghambat semuanya,” ujar Yusri.

3. Salah satu pos raup Rp5 juta per hari dari sopir truk
49 Preman Jakarta Utara Ditangkap Setelah Jokowi Telepon Kapolri 

Parahnya lagi kata Yusri, sopir truk bisa mengeluarkan uang hingga Rp5 juta agar barangnya diangkat. Hal tersebut terjadi di Pos Fortune yang memiliki lima pos di dalamnya.

“Pos 1 Fortune saja di pintu masuk sekuriti itu harus bayar Rp5 ribu, kemudian pos 2 masuk biayanya Rp2 ribu, masuk ke pos 3 cuci harus Rp2 ribu atau Rp5 ribu. Masuk ke pos 4, angkat kontainer craine itu minimal Rp5 ribu, terakhir di luar Depo harus bayar lagi Rp2 ribu. Jadi total itu di Fortune JFC ini sekitar Rp13 rb satu hari per satu kendaraan. Satu hari itu bisa 500 kendaraan kontainer, sehingga sekitar Rp5,5 juta yang harus dikeluarkan para sopir,” kata Yusri.

4. Jokowi dapat aduan dari sopir truk kontainer terkait pungutan liar di pelabuhan Tanjung Priok
49 Preman Jakarta Utara Ditangkap Setelah Jokowi Telepon Kapolri 

Sebelumnya, Jokowi langsung menghubungi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui telepon, usai mendengar keluhan dari para sopir truk kontainer terkait adanya pungutan liar (pungli) dan premanisme. Jokowi meminta agar keluhan tersebut segera diselesaikan.

“Ini saya di Tanjung Priok, banyak keluhan dari para driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar di Fortune, di NPCT 1, kemudian di Depo Dwipa. Pertama itu,” jelas Jokowi kepada Kapolri sebagaimana dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Kamis (10/6/2021).

“Siap,” jawab Kapolri.

Jokowi menyampaikan bahwa sopir kontainer di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara kerap dipalak para preman. Dia meminta Kapolri segera menangani persoalan yang dialami para sopir kontainer itu.

“Kedua, juga kalau pas macet itu banyak driver yang dipalak preman-preman. Keluhan-keluhan ini tolong bisa diselesaikan. Itu saja Kapolri,” ujar Jokowi.

“Siap Bapak,” jawab Listyo menanggapi.

Yusri juga menjelaskan, para pelaku yang diamankan melakukan pungli kepada para sopir di lokasi yang berbeda-beda mulai dari jalan raya hingga mengarah masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok.