Semua Pasukan Jerman Telah Ditarik Mundur Dari Afganistan

Semua Pasukan Jerman Telah Ditarik Mundur Dari Afganistan

Semua Pasukan Jerman Telah Ditarik Mundur Dari Afganistan – Jerman menyatakan tak akan menarik tentaranya dari Afganistan, ucap Menteri Luar Negeri Heiko Maas. Jumlah personel militer Jerman di Afganistan adalah yang terbanyak kedua setelah Amerika Serikat (AS).

Negosiasi perdamaian antara pemerintah dan Taliban tidak akan selesai sebelum akhir Maret, kata Maas kepada grup media Funke, merujuk pada akhir masa tugas tahunan tentaranya. Sementara, Kementerian Pertahanan Jerman mengumumkan Secara Tiba-tiba bahwa tidak ada lagi pasukan Jerman yang tersisa di Afganistan pada Selasa (29/6/2021).

Mereka mulai menarik mundur pasukannya Poker77 Indonesia sejak Mei 2021, menyusul keputusan Amerika Serikat (AS) untuk tidak menyisakan satupun tentaranya di Afganistan pada 11 September 2021.

1. Sekitar 59 tentara gugur selama bertugas di Afganistan
Jerman Telah Menarik Mundur Seluruh Pasukannya dari Afganistan

Lebih lanjut, Kramp-Karrenbauer mengucapkan terima kasih kepada lebih dari 150 ribu tentara laki-laki dan perempuan yang telah mengabdikan dirinya sejak 2001. Dia juga berjanji akan membayar upeti kepada mereka yang terbunuh dan terluka selama bertugas.

Dilansir dari AFP, diketahui ada 59 tentara yang gugur selama dinas di Afganistan.

“Para prajurit Bundeswehr di #Afganistan telah memenuhi semua tugasnya. Kalian patut berbangga. Kami tidak akan dilupakan,” ujar dia.

2. Ada 1.100 tentara yang bertugas di Afganistan saat menarik mundur seluruh pasukan
Jerman Telah Menarik Mundur Seluruh Pasukannya dari Afganistan

Sebelum penarikan, Jerman masih menyisakan 1.100 tentara yang beroperasi sebagai bagian dari misi pelatihan dan dukungan terhadap NATO yang berkekuatan 9.600 pasukan.

Kloter pasukan terakhir diterbangkan dari pangkalan mereka di Mazar-i-Sharif, Afganistan Utara, dengan dua A400 Ms Jerman dan dua C17 AS.

“Kami berutang sangat besar kepada mereka yang gugur dan terluka. Kami haturkan penghormatan tertinggi,” tutup Kramp-Karrenbauer.

3. AS menarik pasukan dari Afganistan
Jerman Telah Menarik Mundur Seluruh Pasukannya dari Afganistan

Sebagai informasi, Presiden AS Joe Biden mengumumkan rencana penarikan pasukan dari Afganistan pada pertengahan April 2021. Upaya tersebut dilakukan bertahap mulai 1 Mei hingga 11 September 2021, tepat 20 tahun pasca-insiden 9/11.

Presiden AS ke-46 itu mengutarakan, militer Negeri Paman Sam akan lebih fokus pada penanganan terorisme global dan mencegah eskalasi ancaman Tiongkok.

“Kami tidak dapat melanjutkan siklus (mempertahankan pasukan di Afganistan). (Kami) berharap untuk menciptakan kondisi ideal dengan penarikan (pasukan). Ini saatnya mengakhiri perang selamanya,” kata Biden pada April lalu.

Penarikan pasukan molor dari perjanjian awal. Kesepakatan antara mantan Presiden Donald Trump dan Afganistan memutuskan, AS akan menarik seluruh pasukannya pada 1 Mei 2021. Meski terlambat, Biden menegaskan bila keputusan untuk menarik pasukan tidak akan terganggu dengan dinamika apapun di Afganistan.

Biden memerintahkan peninjauan kembali kesepakatan yang diputus Washington dengan Taliban tahun lalu. Perjanjian itu menyepakati penarikan semua pasukan asing pada 1 Mei dengan imbalan jaminan keamanan dari Taliban, serta komitmen untuk menggelar pembicaraan damai dengan Pemerintah Afganistan.

Para Menteri Pertahanan NATO akhir bulan ini juga akan membahas apakah misi koalisi yang beranggotakan 10.000 tentara harus dipertahankan atau ditarik. Donald Trump di hari-hari terakhirnya sebagai Presiden AS secara sepihak mengurangi pasukan Amerika di Afganistan menjadi hanya 2.500, terendah sejak dimulainya perang pada 2001. Sementara itu beberapa kelompok di parlemen Jerman, khususnya kaum liberal dan sayap kiri, baru-baru ini menyuarakan strategi melepas Afganistan setelah 20 tahun militer negara mereka bertugas di sana.