Seorang Ayah Tega Perkosa Anak Kandung hingga Hamil 6 Bulan

Seorang Ayah Tega Perkosa Anak Kandung hingga Hamil 6 Bulan

Seorang Ayah Tega Perkosa Anak Kandung hingga Hamil 6 Bulan – Pemerkosaan adalah suatu tindakan kriminal berwatak seksual yang terjadi ketika seorang manusia (atau lebih) memaksa manusia lain untuk melakukan hubungan seksual dalam bentuk penetrasi vagina atau anus dengan penis. Seorang warga di Kabupaten Bengkalis, Riau berinisial JS tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri hingga hamil 6 bulan.

Korban diketahui masih berusia 18 tahun. Akibat perilakunya, JS pun berurusan dengan polisi. anggota tubuh lainnya seperti tangan, atau dengan benda-benda tertentu secara paksa baik dengan kekerasan atau ancaman kekerasan.

Tindakan bejat pelaku terkuak saat korban menceritakan peristiwa yang menimpanya kepada sang ibu. Tidak terima, Dilansir dari Daftar IDN Poker777 ibu tersebut langsung melaporkan suaminya ke polisi.

1. Pelaku melancarkan aksi bejatnya di ruko tempat dia berjualan es dawet
Kasus Gadis Dirudapaksa Hingga Pendarahan, Ayah Korban Tahu Setelah Dengar  Suara Rintihan Kesakitan - Serambi Indonesia

Kapolsek Pinggir Kompol Firman VWA Sianipar menjelaskan, pelaku melancarkan aksi bejatnya pada Rabu, 30  Desember 2020 pukul 00.15 WIB.

“Kejadian pencabulan tersebut berawal pada Rabu (30/12/2020) di Desa Pinggir Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, tepatnya di sebuah ruko tempat tersangka JS dan korban berjualan es dawet,” kata Firman

Polisi telah berhasil meringkus pelaku pada 16 Juni 2021 sekitar pukul 14.40 WIB di kawasan Jalan Lintas Rimbo Panjang – Bangkinang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Pelaku ditangkap oleh tim opsnal Polsek Pinggir yang dipimpin Panit 1 Reskrim Ipda Gogor Ristanto.

2. Pelaku melakukan aksinya lebih dari satu kali
Biadab! Tantenya Hamil 7 Bulan, Malah Hendak di Perkosa - Nusa Daily

Saat kejadian, korban berteriak dan menangis, namun tersangka langsung membekap mulut korban dengan baju korban. Tak hanya itu, pelaku juga mengikat korban dengan tali.

“Lalu tersangka mengancam akan membunuh korban dan ibu korban. Kemudian tersangka melakukan aksinya,” ungkap Firman.

Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku melepas ikatan tali dan membiarkan korban masuk ke dalam kamar sambil menangis. Tak selang berapa lama, pelaku kembali menjalankan aksinya untuk kali kedua di dalam kamar.

“Akibat dari perbuatan tersangka tersebut korban mengalami kehamilan dengan usia 6 bulan dan memberitahukan kejadian tersebut kepada IS (ibu korban) dan R (tante korban), lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Pinggir guna pengusutannya,” beber Firman.

3. Pelaku mengakui perbuatannya dan diancam hukuman penjara 12 tahun
Setubuhi Anak Sendiri, Pria di Jambi Terancam Denda 5 Miliar

Berdasarkan laporan tersebut, Kapolsek Pinggir langsung menginstruksikan penyidik unit Reskrim Polsek Pinggir dan tim opsnal untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap peristiwa tersebut.

Petugas mendatangi TKP dan mendampingi korban untuk dilakukan visum et repertum di RSUD Duri, Bengkalis.

Kepada penyidik, pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandung dengan cara menyetubuhi korban lebih dari 1 kali.

“Selanjutnya petugas membawa tersangka beserta barang bukti ke Polsek Pinggir guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tutur Firman.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar Pasal 46 Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Ancaman hukumannya, penjara paling lama 12 tahun.

4. Segera lapor jika terjadi kekerasan seksual yang menimpa orang di sekitarmu
Tiduran di Kamar, Anak 11 Tahun Diperkosa Kakek 61 Tahun, Pelaku Diduga  Telah Lama Incar Korban - Tribunnews.com Mobile

Kekerasan seksual pada perempuan dan anak kerap terjadi di sekitar kita. Namun, banyak pihak yang tak tahu harus ke mana saat seorang korban membutuhkan kontak darurat pertolongan kekerasan seksual yang bisa dengan mudah dihubungi.

Segera hubungi hotline berikut ini dan laporkan segera kekerasan seksual pada perempuan dan anak di sekitar kamu.

1. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Telepon:
(+62) 021-319 015 56

Fax:
(+62) 021-390 0833

Email:
info@kpai.go.id
humas@kpai.go.id

2. Yayasan Pulih

Telepon:
(+62) 021-78842580

3. LBH Apik Jakarta

Telepon:
(+62) 021-87797289