Serangan Pria Bersenjata di Rusia yang Menewaskan 8 Orang

Serangan Pria Bersenjata di Rusia yang Menewaskan 8 Orang

Serangan Pria Bersenjata di Rusia yang Menewaskan 8 Orang – Seorang mahasiswa melakukan penembakan di sebuah kampus universitas di Rusia, yang menewaskan sedikitnya delapan orang. Ini adalah penembakan massal kedua di fasilitas pendidikan Rusia selama 2021.

Komite Investigasi Rusia yang menyelidiki kejahatan besar mengatakan beberapa orang juga terluka dalam penembakan di Universitas Negeri Perm dan tersangka terluka saat ditahan. Sebuah insiden tragis melanda kampus Universitas Negeri Perm, Rusia, pada Senin (20/9). Seorang pria bersenjata dilaporkan melepaskan tembakan yang menyebabkan delapan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka.

Universitas Perm terletak jauh di timur Moskow, sekitar 1.100 kilometer. Universitas tersebut memiliki 12.000 mahasiswa dan sekitar 3.000 orang di antaranya sedang berada di kampus ketika insiden penembakan terjadi. Kota Perm sendiri, kota di mana kampus itu berada, memiliki populasi sekitar 1 juta penduduk.

1. Sebanyak 28 orang terluka dan 8 lainnya dilaporkan tewas

Insiden penembakan di lembaga pendidikan jarang terjadi di Rusia. Namun beberapa insiden yang pernah terjadi, terbilang sangat fatal dan mematikan.

Pada bulan Mei lalu, seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke sebuah sekolah di kota Kazan dan menewaskan tujuh siswa serta dua guru.

Kini, pada Senin pagi, menurut kantor berita Rusia, Tass, seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di Universitas Perm dan menewaskan setidaknya delapan orang.

Otoritas berwenang memberikan penjelasan bahwa “akibat kejahatan ini, delapan orang tewas. Dua puluh delapan korban mendapatkan perawatan medis, beberapa dari mereka dirawat di rumah sakit dengan tingkat keparahan luka yang berbeda-beda.”

Dalam penyelidikan dan investigasi yang dilakukan oleh Komite Investigasi Rusia, pelaku adalah salah satu mahasiswa di universitas tersebut.

2. Tersangka terlibat baku tembak dengan petugas polisi

Ketika penembakan berlangsung, suasana sebuah gedung kampus kacau. Menurut The Independent, video amatir yang sempat merekam kekacauan itu menunjukkan beberapa mahasiswa telah nekat melompat dari jendela lantai pertama.

Mahasiswa lainnya dan staf kampus yang berada di dalam ruangan ketika insiden berlangsung, mampu melindungi diri, menghalangi pintu dengan menggunakan meja dan kursi.

Seorang mahasiswa yang bernama Lev Zenkov memberikan keterangan bahwa insiden berlangsung selama “dua puluh hingga tiga puluh menit.” Zenkov mengaku sedang menghadiri perkuliahan di lantai empat gedung tersebut.

Polisi yang mendapat laporan penembakan itu segera menuju lokasi dengan cepat. Menurut Zenkov, sekitar 5-10 menit sejak insiden terjadi, polisi segera datang sehingga berhasil mencegah pelaku melakukan tembakan lebih banyak lagi.

Ketika akan ditangkap, pelaku dilaporkan melakukan perlawanan sehingga terjadi aksi baku tembak dengan para petugas kepolisian. Pria bersenjata tersebut berhasil dilumpuhkan dan mengalami beberapa luka tembak.

3. Valdimir Putin sampaikan belasungkawa

Informasi tentang pelaku penembakan tidak dibeberkan secara rinci oleh pihak berwajib. Keterangan setelah penyelidikan, tersangka mendapatkan senjata secara ilegal pada bulan Mei 2021.

Namun menurut The Moscow Times, pelaku diduga bernama Timur Bekmansurov. Dalam salah satu unggahannya di media sosial, Bekmansurov mengatakan bahwa dia “dipenuhi dengan kebencian” dan telah merencanakan penembakan serta menabung dalam waktu lama untuk membeli senjata api.

Dalam keterangan yang disampaikan oleh Irina Volk, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Rusia, petugas yang melumpuhkan Bekmansurov adalah polisi lalu lintas yang dengan cepat dapat segera hadir ketika panggilan darurat terjadi.

Presiden Rusia Vladimir Putin yang mendapatkan kabar tentang insiden mematikan itu, segera mengirim utusan guna mengoordinasikan bantuan untuk para korban. Juru bicara Dmitry Peskov mengatakan bahwa “Presiden menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada mereka yang kehilangan keluarga dan orang-orang terkasih akibat insiden ini,” ujarnya.

Penyelidik sebelumnya mengatakan bahwa lima orang tewas dan enam lainnya terluka dalam penembakan di kampus Rusia ini. Penembakan di fasilitas pendidikan relatif sedikit di Rusia, karena biasanya keamanan yang ketat dan sulitnya membeli senjata api secara legal, meskipun bisa mendaftarkan senapan berburu.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan para mahasiswa melemparkan barang-barang dari jendela gedung-gedung di kampus, lalu melompat untuk melarikan diri dari penembak.