Tuduhan Kepada Aung Suu Kyi yang Terima Suap Rp8,5M & Emas

Tuduhan Kepada Aung Suu Kyi yang Terima Suap Rp8,5M & Emas

Tuduhan Kepada Aung Suu Kyi yang Terima Suap Rp8,5M & Emas – Aung San Suu Kyi melalui pengacaranya merespons tudingan junta militer Myanmar, bahwa dia menerima uang suap. Negara di Asia Tenggara itu berada dalam krisis, sejak kudeta yang dilakukan junta pada 1 Februari lalu. Suu Kyi ditangkap, di mana dia dijerat dengan banyak dakwaan, termasuk kepemilikan walkie talkie ilegal.

Pemimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) itu dituduh menerima suap 600.000 dollar AS (Rp 8,6 miliar). Selain itu berdasarkan keterangan juru bicara junta, Brigadir Jenderal Zaw Min Tun, Suu Kyi dituding menerima lebih dari 10 kg emas.

Tuduhan yang disematkan kepada Suu Kyi membuat pengacara HAM veteran, Khin Maung Zaw, angkat bicara. “Dakwaan terhadap Daw Aung San Suu Kyi, penasihat negara, tak berdasar. Ini benar-benar Poker77 Indonesia lelucon,” sindirnya. Khin adalah pengacara terkenal yang di masa lalu, dia melawan pemerintahan Suu Kyi atas penahanan dua jurnalis yang meliput krisis di Rakhine.

1. Suu Kyi akan menjalani sidang pekan depan
Aung San Suu Kyi Dituduh Terima Suap Rp8,5 Miliar dan Emas 11 Kilogram

Suu Kyi juga dituduh menyalahgunakan wewenangnya ketika menyewakan dua bidang tanah untuk yayasan amal Daw Khin Kyi.

Perempuan 75 tahun itu akan menjalani dua persidangan pada Senin, 14 Juni 2021 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, serta penunjukkan alat bukti. Adapun kasus yang diperkarakan adalah kampanye pemilu yang menyulut keramaian di tengah pandemik COVID-19 dan kepemilikan walkie talkie ilegal.

Kasus terpisah dijadwalkan akan dimulai pada 15 Juni untuk kasus penghasutan bersama Presiden Win Myint, yang juga dikudeta, dan politisi Partai Liga Nasional Demokrasi (NLD) lainnya.

2. Kuasa hukum bantah Suu Kyi terlibat korupsi
Aung San Suu Kyi Dituduh Terima Suap Rp8,5 Miliar dan Emas 11 Kilogram

Dilansir dari South China Morning Post, pengacara Suu Kyi, Khin Maung Zaw, menolak tuduhan korupsi dan menyebutnya sebagai tuduhan yang tidak masuk akal.

“Ada latar belakang politik yang tidak dapat disangkal untuk menjauhkannya dari panggung negara dan mencoreng prestisenya,” kata dia, seraya menambahkan bahwa dia bisa menghadapi hukuman penjara yang lama atas tuduhan kerahasiaan dan korupsi.

“Itulah salah satu alasan untuk menuntutnya, untuk menjauhkannya,” tambahnya.

3. Tidak ingin Suu Kyi tampil di panggung politik
Aung San Suu Kyi Dituduh Terima Suap Rp8,5 Miliar dan Emas 11 Kilogram

Suu Kyi menghabiskan lebih dari 15 tahun menjadi tahanan rumah. Kendati, elektabilitasnya tetap tinggi dan posisi politiknya selalu mendapat dukungan dari masyarakat.

Sejumlah analis, termasuk kuasa hukum, melihat serangkaian pasal pidana yang dijerat kepada Suu Kyi sebagai upaya untuk menjauhkannya dari panggung politik. Sehingga, sekalipun junta sepakat menggelar pemilihan umum dalam waktu dekat, dipastikan Suu Kyi tidak dapat berpartisipasi karena sibuk menjalani persidangan atau mendekam di balik jeruji besi.

“Pemilihan itu, saya tidak bisa mengatakan apakah akan terwujud atau tidak, dan mungkin NLD tidak akan bisa bersaing,” ujar Khin Maung Zaw.

“Tetapi, untuk Aung San Suu Kyi, jika dia dihukum dengan tuduhan ini, dia tidak akan diizinkan untuk bertanding,” tegas dia.

Dilansir AFP Jumat (12/3/2021), Khin mengaku dia masih berseberangan dengan penerima Nobel Perdamaian 1991 itu. “Dia mungkin banyak kekurangan. Tetapi suap dan korupsi bukanlah sifatnya,” tegas si advokat veteran. Dalam sidang yang bakal digelar 15 Maret, Khin mengaku dia masih belum bisa bertemu secara pribadi dengan kliennya.

Khin mengaku frustrasi karena kliennya tidak bisa diberi kesempatan untuk membela diri, dan mendapatkan sidang yang adil. Dia mengaku akan mempersiapkan pembelaan semaksimal mungkin, dan tak risau dengan empat dakwaan yang diterima kliennya.