Vladimir Putin Belum Menentukan Akan Ikut Pilpres Rusia 2024

Vladimir Putin Belum Menentukan Akan Ikut Pilpres Rusia 2024

Vladimir Putin Belum Menentukan Akan Ikut Pilpres Rusia 2024 – Vladimir Putin menegaskan belum memutuskan apakah akan mencalonkan diri kembali dalam pemilihan presiden (pilpres) pada 2024 atau tidak. Satu periode masa jabatan presiden Rusia selama 6 tahun. Putin telah menjabat presiden dan perdana menteri Rusia sejak tahun 2000, menjadikannya sebagai penguasa Kremlin terlama setelah Josef Stalin.

Rusia mengamandemen UU pada tahun lalu, hasil dari referendum, yang memungkinkan Putin mencalonkan diri untuk dua periode lagi atau sampai 2036, meski sudah terpilih empat kali. Pernyataan itu disampaikan Putin, Selasa (30/11) ketika sedang menghadiri forum investasi secara daring di Kota Moskow.

Dikutip dari Reuters, masa jabatan Putin sebagai Presiden Rusia akan rampung pada 2024 mendatang. Walaupun begitu, ia masih diperbolehkan untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden berkat perubahan konstitusi yang didukung oleh Parlemen Rusia.

1. Partisipasi Vladimir Putin dilindungi Konstitusi Rusia
Putin Belum Putuskan Ikut Pilpres Rusia 2024

Sebelumnya masa jabatan presiden di Rusia hanya diizinkan dua periode berturut-turut.

Namun pada April 2021, Parlemen Rusia secara bulat menyetujui amandemen peraturan tersebut. Perubahan itu secara gamblang mengizinkan perpanjangan masa jabatan presiden hingga dua periode tambahan atau dalam kata lain empat periode berturut-turut.

Melansir The Moscow Times, berkat perubahan di Konstitusi Rusia maka Presiden Vladimir Putin dilindungi haknya untuk memperpanjang masa jabatan hingga 2036.

Apabila Putin berhasil terpilih dalam Pilpres Rusia 2024 maka dirinya dipastikan menjadi pemimpin terlama Rusia melampaui Josef Stalin.

2. Belajar dari pernyataan Presiden Joe Biden
Putin Belum Putuskan Ikut Pilpres Rusia 2024

Meskipun bisa melanjutkan pemerintahannya jika terpilih pada 2024 nanti, namun untuk saat ini Putin belum dapat memutuskan.

“Apakah saya melakukan ini atau tidak belum diputuskan, tetapi keberadaan hak ini (mencalonkan diri) sudah menstabilkan situasi politik dalam negeri,” ujar Presiden Vladimir Putin seperti yang dilansir dari Reuters.

Di sisi lain, Putin juga menyorot pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang disebut akan mencoba kembali mencalonkan diri pada Pilpres AS di masa depan. Meskipun begitu, Vladimir Putin belum ingin membahas lebih lanjut terkait pilpres karena dianggap hanya akan merugikan pemerintahan negara.

3. Pejabat AS usulkan tidak akui Putin jika kembali terpilih
Putin Belum Putuskan Ikut Pilpres Rusia 2024

Kebijakan domestik Rusia yang mengizinkan presidennya untuk memiliki empat periode jabatan berturut-turut tidak diterima dengan baik oleh sebagian orang. Dua diantaranya adalah anggota Parlemen AS, yakni Steve Cohen dan Joe Wilson.

Dilaporkan The Moscow Times, kedua orang ini mengusulkan kepada kongres untuk tidak mengizinkan pemerintah AS mengakui legitimasi kepemimpinan Presiden Vladimir Putin setelah 2024.

Menanggapi hal tersebut Moskow memprotes keras usulan yang mereka cap “agresif” dari dua anggota Kongres AS itu. Menurut pemerintah Kremlin apa yang telah dilakukan AS adalah sebuah campur tangan pada urusan dalam negeri Rusia.