Wakil Dubes RI di India Meninggal Dunia Usai Kena Covid

Wakil Dubes RI di India Meninggal Dunia Usai Kena Covid

Wakil Dubes RI di India Meninggal Dunia Usai Kena Covid – Kabar duka datang dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk India, yang berkedudukan di New Delhi. Wakil Duta Besar Ferdy Nico Yohannes Piay meninggal dunia akibat terinfeksi covid-19. Melalui akun Instagram resminya, KBRI New Delhi mengumumkan kepergian sang diplomat senior mereka tersebut.

Menyadur The Hindu, Wadubes RI untuk India Ferdie Piay jatuh sakit bulan April, setelah dinyatakan positif covid-19. Ferdy lantas pulang ke Indonesia pada akhir April, dan menghembuskan napas terakhir Selasa (25/5/2021). Menurut laporan media India, Ferdie Piay sedang memimpin kedutaan sembari menunggu proses penunjukan duta besar baru setelah masa jabatan Sidhartho R Suryodipuro berakhir.

Masa jabatan Piay bertepatan dengan gelombang pertama dan kedua pandemi covid-19 di India, yang telah merenggut nyawa ribuan nyawa. Selama satu tahun terakhir, Ferdie Piay mengarahkan dialog terkait Live22 kerja sama vaksin RI dengan India. Kementerian Luar Negeri kembali kehilangan salah satu diplomat andalnya karena pandemik COVID-19. Wakil Duta Besar RI untuk India, Ferdy Nico Yohannes Piay meninggal usai terinfeksi COVID-19.

Sebelumnya, Ferdy sudah sempat dirawat di rumah sakit. Konsul Jenderal RI di Mumbai, Agus Prihatin Saptono sempat membenarkan hal tersebut dalam diskusi virtual yang digelar oleh Media Centre Satgas Penanganan COVID-19.

“Iya, beliau di rumah sakit tapi sedang dalam perawatan,” ujar Agus pada 19 Mei 2021 lalu.

Ferdy sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Asia Selatan dan Tengah Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Lalu, bagaimana kondisi pandemik di India? Berapa jumlah WNI di India yang terpapar COVID-19?

1. 311.421 orang meninggal di India akibat COVID-19
Wakil Dubes RI di India Ferdy Piay Wafat Usai Dirawat Akibat COVID-19

Berdasarkan data dari situs World O Meter pada Rabu (26/5/2021), 27,1 juta orang telah tertular COVID-19. Sebanyak 311.421 di antaranya meninggal akibat penyakit tersebut. Sementara, jumlah warga yang berhasil sembuh mencapai 24,3 juta. Tetapi, jumlah kasus aktif di India tergolong tinggi yaitu 2.495.558.

India sempat dipuji karena berhasil mengendalikan pandemik COVID-19. Tetapi sejak Maret lalu kondisinya jauh lebih buruk. Jumlah kasus harian COVID-19 di India bisa mencapai 250 ribu. Bahkan, di India sudah muncul varian lokal yang disebut  B.1.617.  Akhirnya, puluhan negara termasuk Indonesia melarang penerbangan yang datang dari India. Baik itu penerbangan untuk kargo atau pesawat charter yang mengangkut penumpang.

Munculnya varian baru di India dianggap oleh pemerintah di sana menyudutkan negaranya. Maka, pemerintah diam-diam memerintahkan perusahaan platform media sosial untuk menghapus kalimat “varian India.” Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India pada 21 Mei 2021 lalu mengeluarkan instruksi tertulis kepada perusahaan media sosial agar menghapus isi berita yang merujuk kalimat “varian India” atau informasi apapun yang merujuk ke varian tersebut.

Selama ini, lokasi geografis kemunculan varian baru COVID-19 ikut dijadikan penamaan mutasi lainnya. Hal itu juga terjadi dalam penamaan virus corona varian Inggris dan Brasil.  “Berdasarkan informasi yang kami miliki, pernyataan yang keliru sudah disebarkan di forum daring yang menyebut virus corona varian India sudah menyebar di seluruh dunia. Ini jelas-jelas keliru,” demikian instruksi tertulis dari Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India yang berhasil diperoleh media dan dikutip dari stasiun berita BBC.

Mereka juga menyebut selama WHO tidak pernah mengasosiasikan varian India dengan varian baru yang diberi nama B.1.617.

2. 133 WNI di India tertular COVID-19, 3 di antaranya meninggal dunia
Wakil Dubes RI di India Ferdy Piay Wafat Usai Dirawat Akibat COVID-19

Berdasarkan data yang dikutip dari akun media sosial Kemlu pada hari ini, sebanyak 133 WNI telah tertular COVID-19. Sebanyak sembilan orang masih dirawat dalam kondisi stabil, tiga orang meninggal dan 121 individu berhasil pulih. Indonesia pun membantu India agar bisa pulih dari COVID-19. Salah satunya dengan mengirim 200 unit konsentrator oksigen ke India.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada 12 Mei 2021 lalu mengatakan bantuan itu merupakan wujud solidaritas bangsa dan rakyat Indonesia kepada India. “Bantuan kemanusiaan ini diharapkan dapat membantu India dalam menangani pandemi Covid-19,” kata Menlu perempuan pertama di Indonesia itu.  Pada 10 Mei 2021 lalu, Indonesia juga sudah mengirimkan 1.400 tabung oksigen silinder ke India.

3. Dubes RI di Sudan jadi dubes pertama Indonesia yang meninggal karena COVID-19

Sebelumnya, Dubes RI untuk Sudan, Rossalis Rusman Adenan menjadi perwakilan RI pertama yang meninggal karena COVID-19. Rossalis meninggal dunia pada 3 April 2021 di RS Royal Care, Khartoum. Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah membenarkan almarhum terpapar virus corona. Jasadnya berhasil dibawa pulang ke tanah air.

Kabar meninggal Dubes RI untuk Sudan juga disampaikan lewat akun media sosial KBRI Sudan, @KBRI_Khortoum. “KBRI Khartoum berduka cita atas wafatnya Drs. Rossalis R. Adenan, Dubes LBBP Republik Indonesia untuk Republik Sudan dan Eritrea, pada hari Sabtu, 3 April 2021 pukul 20.04 waktu setempat di RS Royal Care, Khartoum,” tulisnya di Twitter.

Rossalis menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Sudan sejak 2018. Ia juga menjabat sebagai dubes wilayah Eritrea.

Ia menjadi bagian dari delegasi diplomat yang dibawa mengunjungi perusahaan farmasi yang memproduksi vaksin covid-19 di Hyderebad. Media India juga menyebutkan Piay adalah diplomat tertinggi yang meninggal dalam gelombang kedua covid-19 di India.

Awal bulan ini, seorang staf senior India yang bekerja di Komisi Tinggi Selandia Baru juga mengembuskan napas terakhir karena Covid-19. Pihak berwenang telah menerima laporan adanya kasus covid-19 dari kedutaan besar Bhutan, Filipina, Selandia Baru dan Thailand.