Wali Kota Bogor Bersyukur Kota Bogor Turun Jadi PPKM Level 2

Wali Kota Bogor Bersyukur Kota Bogor Turun Jadi PPKM Level 2

Wali Kota Bogor Bersyukur Kota Bogor Turun Jadi PPKM Level 2 – Bima Arya Sugiarto adalah seorang politisi Indonesia. Bima adalah Wali Kota Bogor periode kedua yang menjabat sejak 20 April 2019. Sebelumnya ia adalah Wali Kota Bogor periode pertama sejak 7 April 2014 hingga 7 April 2019. Wali Kota Bogor Bima Arya menyambut baik keputusan pemerintah pusat yang telah mengubah metode penurunan tingkat status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk aglomerasi wilayah.

Atas keputusan tersebut, Kota Bogor kini berubah status menjadi PPKM level 2 atau lebih baik dari sebelumnya yang terhenti cukup lama di PPKM level 3. Perubahan metode tersebut dilakukan karena ada beberapa wilayah yang terputus untuk turun level. Cakupan vaksinasi di salah satu wilayah aglomerasi belum mencapai 50 persen.

“Kami berterima kasih dan berterima kasih kepada pemerintah pusat dalam mempertimbangkan kembali sistem aglomerasi dalam ketinggian yang didengar. Sehingga Kota Bogor bisa turun ke level dua. Karena capaian vaksin kita baik (hampir 90 persen),” ungkap Bima usai pengarahan staf di Balaikota Bogor, Selasa (19/10/2021).

1. Kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan kota
Bima Arya Bersyukur Kota Bogor Turun Jadi PPKM Level 2

Untuk itu, Bima menyatakan, Kota Bogor siap berkolaborasi dengan Kabupaten Bogor untuk sama-sama menuntaskan vaksinasi COVID-19.

“Kita menerima vaksinasi dari warga kabupaten dan non-KTP Kota Bogor lainnya yang mau divaksin ya dipersilakan. Kita siap untuk membantu kabupaten sama-sama kita tuntaskan vaksinasi,” kata dia.

Mengenai relaksasi PPKM level 2, Bima menyebut, pihaknya akan segera menyosialisasikan peraturan terbaru untuk disesuaikan oleh sektor-sektor di lapangan.

“Misalnya mal sekarang sudah bisa menerima pengunjung anak-anak, kemudian juga tempat tempat publik, tempat hiburan bisa dibuka dengan pembatasan kapasitas. Ada beberapa lagi yang akan kita sosialisasikan untuk disesuaikan di lapangan. Namun dengan catatan, prokesnya tetap diperketat,” kata dia.

2. Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas
Bima Arya Bersyukur Kota Bogor Turun Jadi PPKM Level 2

Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 yang dikeluarkan Mendagri Muhammad Tito Karnavian pada 18 Oktober 2021, disebutkan:

Bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen. Kecuali SLB 62 persen, PAUD 33 persen.

Tempat ibadah (Masjid, Musholla, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah), dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM Level 2 (dua) dengan maksimal 75 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan memperhatikan ketentuan teknis dari Kementerian Agama.

Supermarket, hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai dengan jam 21.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 75 persen.

3. Anak kecil boleh berkunjung ke mal
Anak-anak di DKI Sudah Boleh ke Mal, Ngeceknya Bagaimana?

Khusus supermarket dan hypermarket wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Anak dibawah 12 tahun diperbolehkan masuk dengan syarat didampingi orang tua.

Kafe, resto, warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan jam 21.00 dengan maksimal pengunjung makan 50 persen dari kapasitas dan waktu makan maksimal 60 menit yang pengaturan teknis diatur oleh Pemerintah Daerah.

Restoran/rumah makan, kafe dengan jam operasional dimulai dari malam hari dapat beroperasi sampai dengan maksimal jam 00.00.

Perhotelan wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi, kapasitas maksimal 50 persen. Ballroom, ruang rapat, diizinkan buka dan kapasitas maksimal 50 persen, serta penyediaan makanan dan minuman pada fasilitas tersebut disajikan dalam box dan tidak ada hidangan prasmanan.

Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen dan jam operasional sampai dengan jam 18.00.

Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol Kesehatan ketat sampai dengan jam 21.00 waktu setempat yang pengaturan teknisnya yang diatur oleh Pemerintah Daerah.

Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 25 persen dengan menerapkan protokol kesehatan, wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.