Warga Italia Berdemo Menolak Kelompok Neofasis Forza Nuova

Warga Italia Berdemo Menolak Kelompok Neofasis Forza Nuova

Warga Italia Berdemo Menolak Kelompok Neofasis Forza Nuova – Diktator Benito Musslini memang sudah mati lebih dari 70 tahun lalu. Namun ribuan orang Italia ternyata masih punya minat dengan fasisme. Paham yang dibawa Mussolini hingga bisa menduduki tampuk kekuasaan dan memerintah dengan tangan besi.

Fasisme pula yang punya andil besar dalam pecahnya Perang Dunia II. Insiden penembakan imigran di Macerata, Italia tengah, pada hari yang menyebabkan enam orang Afrika terluka hanya secuil dari gelombang serangan kelompok kanan ekstrem. Menurut organisasi anti-fasis Infoantifa Ecn, tercatat telah terjadi 142 serangan oleh kelompok neo-fasis sejak tahun 2014.

Pada hari Sabtu di kota Roma, yang merupakan ibu kota Italia terjadi unjuk rasa anti-fasis. Massa menyerukan agar kelompok neofasis Forza Nuova (FN) dilarang, kelompok tersebut disalahkan atas kerusuhan unjuk rasa pada minggu lalu. Protes tersebut dilaporkan diikuti oleh 50 ribu hingga 100 ribu orang.

1. Protes untuk merespons kerusuhan pada minggu lalu

Melansir dari DW, protes pada 16 Oktober ini merupakan dipicu kekacauan yang terjadi pada minggu lalu. Kerusuhan minggu lalu terjadi saat warga melakukan protes “paspor hijau”, yang diikuti ribuan orang. Protes itu menentang kebijakan baru pemerintah yang mengharuskan membawa sertifikat yang menunjukkan bukti vaksinasi, tes negatif atau pemulihan dari COVID-19.

Demonstrasi itu dimulai dengan damai, tapi kerusuhan timbul setelah anggota partai sayap kanan neofasis FN dan kelompok neofasis lainnya, menyerang markas besar Konfederasi Umum Buruh Italia (CGIL) yang berhaluan kiri. Kerusuhan itu membuat pihak berwenang menangkap 12 orang, termasuk dua pemimpin FN.

Ketua CGIL Maurizio Landini mengatakan aksi hari Sabtu adalah “demonstrasi yang membela demokrasi untuk semua orang.” Pemimpin serikat pekerja lainnya, Luigi Sbarra menyampaikan dia harus melakukan protes sebagai tanggapan kerusuhan minggu lalu. Dia menyerukan agar pemerintah membuabarkan FN.

Perdana Menteri Italia, Mario Draghi telah mengutuk kekerasan yang terjadi pada pekan lalu dia mengatakan mereka yang mencoba mengintimidasi anggota serikat pekerja akan dihukum.

2. Protes bertepatasan dengan peringatan serangan Nazi terhadap Yahudi di Roma

Untuk mengangkut massa ke ibu kota dikerahkan 800 gerbong dan 10 kereta dikerahkan. Dalam unjuk rasa di Piazza San Giovanni, yang hadir termasuk Menteri Luar Negeri Luigi Di Maio dan mantan Perdana Menteri Giuseppe Conte.

Dalam protes 16 Oktober ini beberapa pengunjuk rasa melambai-lambaikan slogan yang mendukung vaksin virus corona, sebuah tindakan balasan langsung kepada para massa yang bersenjatakan tongkat dan batangan logam yang menghancurkan markas CGIL Roma pada pekan lalu.

Melansir dari Times of Israel, protes menentang fasis di Italia ini bertepatan dengan peringatan 78 tahun serangan Nazi di Ghetto Yahudi di Roma. Dalam serangan itu Nazi menangkap lebih dari 1.000 orang Yahudi, termasuk 200 anak-anak. Mereka yang ditangkap dikirim ke ke kamp konsentrasi Auschwitz.

Partai Demokrat kiri-tengah, yang telah memimpin seruan agar FN dilarang, telah mencari dukungan dengan mengumpulkan petisi, dilaporkan jumlah tanda tangan yang terkumpul telah mencapai 100 ribu.

3. Demonstran juga menyerukan keadilan bagi mahasiswa Italia yang dibunuh di Mesir pada 2016

Melansir dari Al Jazeera, ketua CGIL Landini dalam aksi unju rasa ini juga menyerukan untuk mengungkap kebenaran dan keadilan bagi Giulio Regeni, seorang mahasiswa pasca sarjana berusia 28 tahun asal Italia yang terbunuh di Kairo, Mesir pada 2016.

Dalam kasus itu telah direncanakan untuk dilakukan sidang tanpa kehadiran terhadap empat petugas keamanan Mesir di Roma, tapi sidang ditangguhkan pada awal pekan ini, karena adanya kekhawatiran mengenai para terdakwa yang mungkin tidak mengetahui tuduhan terhadap mereka.

Keputusan pengadilan Roma ini telah membatalkan upaya bertahun-tahun yang membuat frustrasi dalam menngungkap kasus ini, yang menimbulkan anggapan kasus ini sengaja ditutupi.

Sehari berselang atau tepatnya pada hari Minggu (4/2/2018), empat imigran asal Afrika Utara di kota Pavia, Italia selatan, mengadu kepada polisi bahwa mereka telah dipukuli oleh 25 orang skinhead.

Lebih jauh, pada tanggal 13 Januari di kota Napoli, puluhan orang dari grup kanan jauh Forza Nuova menyerbu sebuah bar tempat sebuah pertemuan budaya diadakan. Bar pun rusak dan seorang panitia perempuan terluka.