Warga Negara Ukraina Diduga Terlibat Aksi Spionase di Rusia

Warga Negara Ukraina Diduga Terlibat Aksi Spionase di Rusia

Warga Negara Ukraina Diduga Terlibat Aksi Spionase di Rusia – Hubungan Rusia dengan Ukraina dengan bentuk saat ini mulai dibangun pada tahun 1990-an setelah pembubaran Uni Soviet. Dulunya kedua negara tersebut merupakan anggota republik di Uni Soviet.

Hubungan antara kedua negara tersebut telah ada sejak abad ke-17 dalam berbagai bentuk, hanya saja hubungan tersebut berakhir pada abad ke-18 setelah otonomi dari Hetmanat Kazaki dihapuskan oleh Yekaterina yang Agung dan wilayahnya digabungkan ke Kekaisaran Rusia. Pemerintah Rusia menangkap seorang warga negara Ukraina lantaran diduga terlibat aksi spionase.

Pasalnya Rusia mencurigai orang tersebut merupakan salah mata-mata lantaran tertangkap basah mencoba mencuri data idn poker android rahasia milik pemerintah.  Kasus ini menambah panjang rentetan ketegangan antara Rusia dan Ukraina dalam beberapa hari belakangan ini. Sebelumnya Ukraina sudah memblokir berbagai media dan perusahaan asal negara tetangganya itu.

1. Mencoba merekrut dan mendapatkan informasi terkait data senjata rahasia

Badan Intelijen Rusia (FSB) pada Senin (23/8/2021) telah menangkap seorang warga negara Ukraian yang dituding melakukan pencurian data rahasia milik negara. Bahkan terduga pelaku tertangkap basah berupaya untuk mengumpulkan informasi tersebut dan sudah ditangkap di Kota Tula.

Dilansir dari laman Euronews, menurut pihak FSB mengatakan apabila warga Ukraina tersebut berusaha untuk mencari data pegawai di perusahaan persenjataan Rusia dan mencoba merekrut mereka sebagai informan. “Tujuannya adalah merekrut orang Rusia dan mendapatkan informasi secara ilegal terkait pengembangan teknologi persenjataan.”

FSB juga menduga bahwa seorang warga negara Ukraina yang tidak disebutkan identitasnya tersebut merupakan anggota intelijen Ukraina. Pihak kepolisian juga sudah melakukan investigasi lebih lanjut terkait dengan kasus ini.

2. Tula merupakan pusat pengembangan senjata di Rusia
Rusia Tangkap Warga Ukraina atas Dugaan Spionase

Dikutip dari Reuters, Kota Tula yang terletak 170 km sebelah selatan ibu kota Moskow selama ini dikenal sebagai tempat pemroduksi misil milik Rusia. Bahkan kota berpenduduk 500 ribu jiwa itu dikenal sebagai rumah produksi senjata mesin yang digunakan untuk militer negeri Beruang Merah.

Sementara itu, menanggapi masalah ini Kemenlu Ukraina masih belum memberikan respon, komentar, maupun pertanyaan. Sedangkan atas perbuatannya, pelaku yang merupakan warga Ukraina bisa mendapatkan hukuman maksimal hingga 20 tahun penjara.

Di sisi lain, hubungan kasus ini menambah panjang ketegangan antara Kiev dan Moskow dalam beberapa hari terakhir. Pasalnya hubungan kedua negara sudah memburuk setelah peristiwa aneksasi Krimea oleh Rusia di tahun 2014 dan dukungan Rusia terhadap pemberontak di bagian timur Ukraina.

3. Rusia telah meringkus terduga pelaku spionase

Belakangan ini, Pemerintah Rusia juga sudah meringkus sejumlah akademisi dan ilmuwan yang diduga melakukan aksi spionase kepada negara. Bahkan intelijen sudah menangkap seorang ilmuwan teknologi hipersonik yang dituding memberikan informasi rahasia kepada warga negara asing.

Pada April lalu, otoritas Rusia sudah menangkap seorang warga Rusia di Krimea yang dituding merupakan mata-mata untuk Ukraina. Orang itu diduga memberikan informasi mengenai kapal Angkatan Laut Rusia di Laut Hitam kepada Pemerintah Ukraina, dilansir dari laman DW.

Sebelumnya Rusia juga sudah menangkap puluhan warga Krimea dan di seluruh penjuru negeri terkait dugaan melakukan spionase, ekstremis dan terorisme. Organisasi HAM juga mengatakan setelah mengontrol semenanjung itu, Moskow melakukan persekusi terhadap aktivis Ukraina yang mempertanyakan aneksasi, dilaporkan dari RFE/RL.

Hubungan tersebut pulih selama waktu yang singkat pada Perang Dunia I setelah Revolusi Oktober. Pada tahun 1920, Ukraina dikuasai oleh Soviet Rusia dan hubungan antara kedua negara tersebut berubah dari hubungan internasional menjadi hubungan dalam negeri Uni Soviet.

Pada 10 Februari 2015, Verkhovna Rada (parlemen Ukraina) mengusulkan untuk menghentikan hubungan diplomatik dengan Rusia. Meskipun hal ini tidak terjadi, diplomat Ukraina Dmytro Kuleba meyatakan di awal April 2016 bahwa hubungan diplomatik tersebut memburuk hingga hampir terhenti.