Warga Prancis Kembali Protes Terhadap Izin Kesehatan COVID19

Warga Prancis Kembali Protes Terhadap Izin Kesehatan COVID19

Warga Prancis Kembali Protes Terhadap Izin Kesehatan COVID19 – Prancis akan memberlakukan undang-undang baru yang mewajibkan izin kesehatan untuk mengunjungi kafe, naik pesawat, dan kereta api antarkota mulai 9 Agustus 2021. Seperti dilaporkan AFP, undang-undang yang disahkan oleh parlemen pada akhir pekan telah memicu protes massal di Prancis.

Tetapi pemerintah bertekad untuk terus maju dan menjadikan kesehatan sebagai bagian penting dari perang melawan Covid-19. Kartu kesehatan yang valid dihasilkan oleh dua dosis dari vaksin Covid-19 yang diakui, tes virus corona negatif, atau pemulihan baru-baru ini dari infeksi. Undang-undang tersebut juga membuat vaksinasi wajib bagi petugas kesehatan dan perawat.

Para warga Prancis  kembali turun ke jalan untuk melakukan protes terhadap izin kesehatan COVID-19, sebagai izin untuk digunakan dalam kegiatan idn poker android tertentu. Protes pada 14 Agustus itu merupakan unjuk rasa menentang izin kesehatan untuk hari Sabtu kelima berturut-turut.

1. Jumlah pengunjuk rasa berkurang
Prancis Masih Hadapi Protes Izin Kesehatan 5 Pekan Berturut-turut

Melansir dari IBTimes, berdasarkan keterangan Kementerian Dalam Negeri bahwa protes itu dihadiri oleh 214.845 orang, termasuk hampir 14 ribu di Paris, dibandingkan protes yang terjadi pada hari Sabtu sebelumnya jumlah kali ini telah berkurang sekitar 22 ribu orang.

Menurut para pengunjuk rasa bahwa pemerintah telah meremehkan jumlah orang yang turun ke jalan. Sebuah perkumpulan bernama Le Nombre Jaune menyampaikan di Facebook bahwa protes akhir pekan keempat jauh lebih tinggi dari data pemerintah, menurut kelompok itu jumlahnya mencapai 415 ribu orang.

Meski jumlah pengunjuk rasa berkurang, tapi protes ini dianggap tidak biasa karena warga lebih memilih melakukan demonstrasi daripada menikmati liburan musim panas. Di Paris protes terbagi menjadi dua kubu, yang dipandang sebagai ketidakmampuan para pengunjuk rasa untuk bersatu sepenuhnya.

Protes juga terjadi di berbagai kota lainnya seperti di Toulon, Montpellier, Nice, Marseille dan Perpignan, di mana jumlahnya terkadang melebihi warga yang turun di jalan-jalan Paris.

2. Izin kesehatan dianggap melanggar kebebasan sipil dan pribadi
Prancis Masih Hadapi Protes Izin Kesehatan 5 Pekan Berturut-turut

Melansir dari The Guardian, keputusan Presiden Emmanuel Macron yang menetapkan aturan izin kesehatan secara tidak langsung telah memaksa penduduk untuk divaksinasi. Izin kesehatan wajib digunakan untuk masuk ke restoran, bar, bioskop, teater, dan sebagian besar tempat umum lainnya selain toko. Izin kesehatan yang diterapkan berupa bukti vaksinasi dan hasil tes negatif COVID-19 baru-baru ini.

Para penentang izin kesehatan memandang keputusan pemerintah itu sebagai tindakan yang melanggar kebebasan sipil dan pribadi mereka. Selain itu para pengunjuk rasa juga menentang vaksinasi untuk anak-anak dan wajib vaksin bagi petugas kesehatan. Prancis sejak Mei telah melakukan program vaksinasi kepada kelompok usia 12-17 tahun.

Program vaksinasi di Prancis telah berjalan lancar, sekitar 46 juta orang telah menerima satu dosis vaksin, sedangkan untuk yang telah divaksinasi penuh masih di bawah 39 juta orang. Prancis telah menetapkan target 50 juta orang yang divaksinasi setidaknya satu dosis pada akhir bulan ini. Kini Prancis dikabarkan memberikan sekitar 240 ribu dosis pertama dalam sehari.

3. Protes mendapat dukungan dari pemimpin The Patriots
Prancis Masih Hadapi Protes Izin Kesehatan 5 Pekan Berturut-turut

Dilansi RFI, protes yang telah berlangsung selama beberapa pekan ini mendapat dukungan dari  Florian Philippot, yang merupakan ketua Partai The Patriots, seorang politisi sayap kanan yang menentang izin kesehatan. Philippot selama 10 bulan terakhir telah menentang tindakan pemerintah dalam menghadapi krisis kesehatan COVID-19, yang menentang pembatasan aktivitas dan wajib menggunakan masker.

Philippot sebelumnya dikenal sebagai wakil pemimpin dari Rally Nasional, yang dipmpin oleh Marine Le Pen. Partai tersebut kalah dari Macron dalam pemilihan presiden 2017. Philippot berhenti keluar dari Rally Nasional pada September 2017 setelah mendapat kritikan, keras karena gagal mendongkrak suara partai.

Setelah keluar Phillipot mendirikan The Patriots, yang sekarang diklaim memiliki 25 ribu anggota. Berbeda dengan partai terdahulunya The Patriots tidak takut untuk berurusan dengan tokoh konspirasi, Philippot telah mengatakan dalam protes yang diikutinya bahwa dia bukan menolak vaksin, tapi menentang izin kesehatan.

Philippot telah mendeklarasikan dirinya sebagai calon presiden dalam pemilihan presiden April 2022 seperti halnya mantan pimpinannya Marine Le Pen. Mengenai majunya Philippot mantan partainya itu merasa tidak terancam.

Tiket masuk sudah wajib sejak 21 Juli untuk kunjungan ke museum, bioskop, dan tempat budaya dengan kapasitas lebih dari 50 orang. Juru bicara pemerintah Gabriel Attal mengatakan izin kesehatan itu juga akan menjadi kewajiban di kafe, restoran, penerbangan, dan kereta antar kota mulai 9 Agustus.

“Meningkatnya infeksi yang didorong oleh varian Delta, dengan rata-rata 19.000 kasus harian – 97% lebih tinggi dari seminggu yang lalu – berarti bahwa situasi kesehatan di Prancis terus memburuk dan tetap mengkhawatirkan,” tambahnya.